Surabaya - ungkapfakta.info || Dalam sebuah kunjungan istimewa, puluhan Mahasiswa dan Dosen Asing dari berbagai negara datang ke YPPI Schools Jl. Sutorejo Utara 1/2-6 Surabaya untuk belajar langsung tentang Kekayaan Budaya Indonesia melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Sekolah yang bertema "Nada ke Rasa"
Siswa-siswi dari YPPI Schools, Guru dan Staf menyambut kedatangan puluhan mahasiswa dan dosen asing dalam acara kerjasama antara ITS dan YPPI Schools dalam program Community and Technological Camp (CommTECH) Highlight 2025 yang digelar di YPPI Schools, sebagai bagian dari program pengenalan aneka ragam budaya Indonesia. Senin (08/08/25)
Acara ini dibuka dengan suguhan memukau Tari Remo, tarian selamat datang yang berasal dari Jawa Timur. Para tamu asing tanpak terpesona oleh gerakan dinamis dan expresi penuh makna dari siswa SD YPPI-IV yang tampil anggun dengan balutan busana tradisional.
Selanjutnya para peserta diajak untuk merasakan langsung kekayaan budaya Indonesia melalui sejumlah aktivitas menarik seperti Angklung, Gamelan, Klepon & minuman Teh Telang yang tak terlupakan serta pengenalan Permainan Tradisional seperti Engkle, Dakon, Bekel dan Lompat Tali Juga sambutan Permainan Pianika dari siswa-siswi YPP Preschool serta Tari Kendang dari Siswa Siswi SD YPPI-V dan juga Tari Jaranan dari Siswa-Siswi SMP YPPI-3.
“Anak-anak kami belajar dari ilmu yang diberikan di sekolah, lalu dipraktikkan dalam acara seperti ini. Para mahasiswa asing yang jauh-jauh datang ke sini saja mau belajar budaya kita, tentu kita harus lebih semangat melestarikan serta mengembangkannya,” tutur Wina Ayu Trisnawati, S.P., S.Pd., Kepala SD YPPI-IV.
Eksplorasi musik tradisional, siswa-siswi YPPI Schools mendampingi para mahasiswa dan dosen asing belajar memainkan gamelan dan angklung dibagi per kelompok untuk belajar memainkan Gamelan dan Angklung, dua alat musik tradisional yang masing-masing berasal dari Jawa dan Sunda dimana alat musik khas Indonesia ini memliki filosofi kebersamaan dan keharmonisan. Dengan penuh semangat, mereka mencoba mengatur nada dan tempo secara berkelompok, menciptakan harmoni yang unik.
“Program ini bukan sekadar pertunjukan budaya, tapi ruang belajar interaktif. Anak-anak kami bisa memahami bahwa belajar tidak hanya di ruang kelas, melainkan juga melalui pengalaman nyata, kolaborasi, dan interaksi lintas budaya,” ungkap Rony Poerwantoro, S.Si., Kepala SMP YPPI-3.
Demo kuliner tradisional Indonesia, salah satu kegiatan paling diminati adalah sesi memasak makanan tradisional Jawa, khususnya klepon-jajanan pasar berbentuk bulat kecil berwarna hijau dengan isian gula merah cair, dilapisi kelapa parut. Para siswa-siswi YPPI Schools dan para peserta belajar bersama menggulung adonan, mengisi gula merah, merebus hingga matang, lalu menikmati rasa manis dan legit khas Indonesia.
Dengan program ini, kami berharap budaya Indonesia bisa dikenang oleh mereka yang datang hari ini. Kami percaya bahwa memahami budaya tidak cukup hanya dari buku. Harus dirasakan, diclipi dan dialami langsung, ujar Pujiati, S.M (Kepala Divisi Operasional YPPI). Acara ini menjadi bukti bahwa Budaya Indonesia bukan hanya untuk dinikmati, tetapi juga untuk dibagikan.
Acara Ini diharapkan mampu menjadi jembatan antar bangsa yang mempererat hubungan melalui pemahaman budaya yang tulus dan menyenangkan.


.png)



.png)

