Kalbar, Sambas: Anggarang jumbo hasil bangunan tidak sesuai harapan. Paket basah kuyup pembangunan laboratorium milik Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas segede Rp. 11 M, dinilai masyarakat menyimpang dari acuan tehnis.
" Cerminan kualitas maupun kwantitasnya jauh bang. Tampak kalau dikerjakan asal jadi dan penuh penyimpangan. CV Tujuh Enam Sarana, selaku pelaksana termasuk PPK pasti kenyang. Bupati lemah dan tidak ngerti tehnis lapangan, " ungkap warga sekitar yang rutin memperhatikan proses awal pekerjaan.
Lihat dari depan, katanya, memang tampak megah dan wah. tetapi ketika diperhatikan secara seksama, bagunannya mayoritas menggunakan Cor gantung bukan padat yang mengakibatkan munculnya keretakan. Bahkan tempat penampungan air sanitasi tidak di cat.
Kita ingin Bupati tidak lemah dan terlalu banyak nongkrong diruangan. Panggil Kadis maupun PPK yang mengelola proyek basah ini. Kemudian turun kelapangan, buktikan sendiri sebelum didahului Jaksa.
" Bupati harus bergerak jangan vakum, kalau tidak mau dibilang lemot. Tanya Kadis, PPK maupun kontraktor, apakah semuanya itu sudah dijalankan sesuai ketentuan dan ajak mereka kelokasi proyek, " harapnya tegas.
Warga tadi juga meminta agar Kejaksaan melakukan penyelidikan terkait peluang atau celah-celah kolusi dalam pekerjaan dimaksud. Karna kita yakin disini ada penyimpangan tehnis yang hubungannya dengan volume
Makanya bangunannya agak jelek dan perlu perbaikan kembali. " Masak nilainya belasan miliar hasilnya minim banget. Ini tentu ada hal hal yang tersembunyi dan perlu tangan APH yang membongkarnya, " ujar dia.(007/D.Arifin)
.png)

.png)
