Kalbar: Setelah sukses menjebol pagar beton perbatasan, kini rokok Helium gelap, produksi pabrik siluman, kembali menorehkan prestasi gemilang dipasaran Kalimantan Barat.
Keberhasilan Alau Buncit dalam menerobos penjagaan ketat TNI-Polri, Bea Dan Cukai, menurut Kordinator Jaringan Aspirasi Indonesia (JAPRI) Kalimantan Barat, semuanya tidak terlepas dari konsep " Multi Jatah Level Marketing " dan kerja kolektif para Tim Reaksi Cepat yang perlu jadi atensi APH Indonesia bukan India.
" Strategi mereka memang patut diacungi jempol. Bayangkan, hampir disetiap tempat, mulai dari ruko besar, sedang, kecil, warung kampung, kedai bibi, rokok jenis Helium tanpa dilengkapi pita cukai resmi itu, bebas diperjual belikan secara terbuka ditengah-tengah masyarakat, " ujar Patih Prambanan.
Ia begitu salut terhadap konsep " Multi Jatah Level Marketing " godokan Bos penyeludup yang sejak lama sudah terprogram dengan matang. " Kita harus akui kalau strategi itu tergolong ampuh. Lihat saja Intruksi pemberantasan apapun yang diterbitkan oleh Presiden, tidak sanggup menaklukan jurus tersebut. Kecuali duit pelicin, upeti dan setoran nilainya minim atau nol, baru bisa musnah total, " terang Patih.
Pendapat lain justru mengklaim, Kalbar ini rumahnya para penyeludup. Coba tengok, puluhan ribu dos rokok bodong termasuk total pajak barang yang tonasenya dimanipulasi lewat dokumen PEB, mampu menembus system computerisasi milik keuangan negara tanpa bisa dicegah.
" Jujur, saya sangat prihatin dengan kondisi ini. Bisa saja, selain rokok ilegal, ada barang-barang lain yang berbahaya ikut menumpuk digudang, karna Kalbar dianggap wilayah yang terlalu mudah dan nyaman untuk ditembus oleh praktek penyeludupan, " jelasnya.(007/D.Arifin)
.png)

.png)
