UNGKAP FAKTA.ID – Pemerintah Kabupaten Bogor terus mematangkan rencana pembangunan destinasi wisata edukasi Mini Zoo. Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto, menyatakan bahwa fokus saat ini berada pada tahap penyelarasan konsep dengan pihak ketiga.
Progres Kerjasama dan Perizinan
Menurut Eko, hingga saat ini kesepakatan bersama dengan pihak Taman Safari Indonesia masih dalam tahap penggodaan atau pematangan rencana. Pihaknya berencana untuk melakukan pertemuan yang lebih intensif setelah momen Lebaran untuk menentukan keberlanjutan proyek tersebut.
Selain aspek kerjasama, Eko juga menekankan pentingnya proses perizinan dari pemerintah pusat, mengingat adanya rencana untuk menghadirkan satwa-satwa yang dilindungi dalam kawasan tersebut.
Integrasi Lahan dan Konsep Satwa
Terkait kesiapan infrastruktur, Eko menegaskan bahwa lokasi lahan sudah siap dan dalam kondisi steril.
- Luas Lahan: Total lahan yang disiapkan mencapai lebih dari 3 hektar.
- Integrasi: Kawasan ini nantinya akan disinkronkan dan disatukan dengan area Hutan Kota, sehingga menjadi satu kesatuan bagian dari Mini Zoo.
- Kapasitas: Direncanakan akan tersedia lebih dari 10 kandang satwa di lokasi tersebut.
Jenis Satwa yang Akan Hadir
Mengenai jenis hewan yang akan dipamerkan, Eko menyebutkan bahwa hal tersebut akan bergantung pada ketersediaan dan rekomendasi dari pihak Taman Safari selaku penyedia satwa.
"Untuk stay secara terus-menerus, kemungkinan adalah hewan-hewan seperti burung atau rusa. Sedangkan untuk hewan besar atau buas seperti gajah, buaya, atau unta, mungkin hanya akan dihadirkan pada momen-momen tertentu saja," pungkasnya (18/03/2026).
(RIO)
.png)

.png)
