Muara Enim Sumsel, Aksi cepat dan penuh kepedulian kembali ditunjukkan jajaran Polsek Gunung Megang. Di tengah malam yang sunyi, Senin (6/4/26) sekitar pukul 23.00 WIB, personel piket SPK Polsek Gunung Megang sigap membantu evakuasi seorang bayi berusia 8 bulan yang tengah sakit dan membutuhkan penanganan medis segera.
Kapolres Muara Enim Hendri Syaputra, SIK melalui Kapolsek Gunung Megang KMS Erwin, SH, MH, menyampaikan bahwa peristiwa tersebut bermula saat sebuah mobil ambulans dari Rumah Sakit Pagaralam mengalami kerusakan di wilayah Desa Gunung Megang Dalam, Kecamatan Gunung Megang.
“Anggota piket kami, yakni Aipda Kumala Anom, Aipda Reza Fahlevi, dan Bripka Andriansyah langsung merespons laporan dari sopir ambulans yang meminta bantuan. Saat itu, di dalam kendaraan terdapat seorang bayi berusia 8 bulan yang sedang sakit dan hendak dirujuk ke Rumah Sakit Siti Fatimah Palembang,” ujar Kapolsek.
Dalam kondisi darurat dan waktu yang sangat krusial, upaya perbaikan ambulans tidak dapat segera dilakukan karena keterbatasan peralatan. Tanpa menunggu lama, personel Polsek Gunung Megang mengambil inisiatif cepat dengan berkoordinasi dan menghadirkan ambulans dari Puskesmas Gunung Megang sebagai pengganti.
Langkah sigap tersebut membuahkan hasil. Bayi beserta keluarga dan tim medis akhirnya berhasil melanjutkan perjalanan menuju Palembang untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Kapolsek menegaskan bahwa tindakan ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam misi kemanusiaan.
“Apa yang dilakukan anggota kami adalah bentuk kepedulian dan tanggung jawab sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Keselamatan warga adalah prioritas utama,” tegasnya.
Aksi kemanusiaan ini pun menuai apresiasi dari masyarakat yang menyebut kehadiran polisi di saat genting sebagai bukti nyata bahwa Polri selalu hadir dan siap membantu tanpa mengenal waktu.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di balik seragam, ada kepedulian tulus yang bekerja tanpa pamrih — bahkan di tengah malam demi menyelamatkan nyawa."(Elin/Tim)
.png)

.png)
