Kalbar, Kubu Raya: Japos. co meliris 2 proyek Sumber Daya Air Tahun anggaran 2025, milik Dinas PUPR Propinsi, yang digarap oleh CV. Lima Jaya Bersama, diduga bermasalah dan perlu audit total
Paket basah kuyup Rehabilitasi Jaringan Irigasi Rawa DIR Selat Kering Rp. 1,5 M dan Pintu Air Punggur Kapuas Rp. 1,6 M Kecamatan Sei Kakap Kubu Raya, dianggap tidak sesuai spesifikasi tehnis.
Kalangan Lembaga Masyarakat meminta Kejaksaan dan Polda Jangan diam, vakum menunggu bola datang ketika mengetahui ada keluhan dari masyarakat yang diinformasikan lewat media.
" Jemput bola dan langsung terjun kelokasi guna membuktikan ada atau tidak potensi kerugian negara disitu. Kalau ternyata benar, ya cepat diproses, sehingga terhindar dari tudingan negatif yang menyebut APH same tak iye, ikut bermain dan juga menikmati proyek tersebut, " Ujar Patih Prambanan, Kordinator Jaringan Aspirasi Indonesia Kalimantan Barat.
Ia mengatakan, disinilah peran dan kinerja APH akan terlihat, apakah mereka proaktif, memiliki SDM tinggi atau malah sebaliknya, setelah mendengar banyaknya persoalan yang muncul diranah publik. " Ini masuk dalam katagori Tes Kes APH, kita tinggal menunggu langkah selanjutnya, " terang Patih.
Masyarakat Pemerhati lingkungan justru memvonis Dinas PUPR Propinsi itu Gudangnya persoalan. " Siapapun tahu kok Dinas PU lahan basah dan paling banyak masalah. Coba saja cek lapangan, " tegas warga Kota Pontianak.(007/D.Arifin)
.png)

.png)
