Magetan, ungkapfakta.info-
Gejolak harga minyak dunia akibat konflik global mengancam keberlangsungan proyek perbaikan jalan beraspal di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat bahkan mempertimbangkan memangkas volume pekerjaan jika harga aspal terus mengalami kenaikan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Magetan, Muhtar Wahid, mengatakan kenaikan harga minyak dunia otomatis berdampak pada harga aspal sebagai produk turunan minyak bumi. Kondisi ini berpengaruh langsung terhadap perencanaan proyek, khususnya Detail Engineering Design (DED).
“Kalau minyak naik, aspal pasti ikut naik. Tidak mungkin kami tetap memakai harga lama. Kami sudah bersurat ke Pertamina untuk mendapatkan harga aspal terbaru agar bisa disesuaikan,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Ia mengungkapkan, lonjakan harga aspal sebelumnya sempat membuat proses tender proyek jalan tersendat. Saat itu, harga material naik drastis sementara perencanaan masih menggunakan angka lama, sehingga lelang proyek gagal hingga tiga kali karena dinilai tidak realistis oleh kontraktor.
Kondisi serupa dikhawatirkan terulang jika penyesuaian harga tidak segera dilakukan. Namun, Muhtar menegaskan kenaikan harga aspal tidak akan diikuti penambahan pagu anggaran karena adanya pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat.
Sebagai solusi, Pemkab akan menyesuaikan volume pekerjaan agar proyek tetap berjalan. Artinya, panjang ruas jalan yang diperbaiki akan dikurangi, bukan menghentikan program. “Yang berkurang volumenya, dalam hal ini panjang ruas jalan, bukan pekerjaannya dihentikan. Program tetap jalan, tetapi hasilnya menyesuaikan kemampuan anggaran,” jelasnya.
.png)
.png)
