Isu Perpecahan Terbantahkan, Wartawan Makassar–Gowa Kritik Pemberitaan Jejak Terkini
Makassar,-ungkap fakta– Suasana hangat penuh kebersamaan terlihat di sebuah Warkop Cafe 29 di Kota Makassar, saat sejumlah wartawan dari Makassar dan Gowa berkumpul melepas penat usai menjalankan aktivitas peliputan.
dalam momen tersebut, para jurnalis tampak santai menikmati makanan ringan, bercanda, hingga bernyanyi bersama.tawa dan canda yang mengalir mencerminkan kekompakan yang terjalin tanpa memandang usia, senioritas, maupun latar belakang. Semua menyatu dalam satu semangat: “bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh” dengan salam Satu Pena.(13/4/2026)
Kebersamaan ini sekaligus menjadi jawaban atas isu-isu yang sempat beredar terkait dugaan perpecahan di kalangan wartawan Makassar dan Gowa. Sejumlah pihak menilai, isu tersebut diduga muncul akibat pemberitaan dari salah satu media yang dianggap tidak mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan.
Di sisi lain, sejumlah insan pers turut menyoroti pemberitaan yang dikaitkan dengan media online Jejak Terkini. Oknum koordinator berinisial (FJ) disebut-sebut kerap mempublikasikan berita tanpa melalui proses konfirmasi yang memadai, sehingga dinilai tidak memenuhi standar profesionalisme jurnalistik.
Persoalan ini bahkan telah berujung pada laporan dugaan pencemaran nama baik yang diajukan oleh Kul Indah dan saat ini tengah diproses di Polda Sulawesi Selatan. Laporan tersebut diduga berkaitan dengan pemberitaan yang dinilai tidak akurat dan berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Kul Indah, yang diketahui sebagai Kaperwil Sulsel/NKRI.dan berafiliasi dengan sejumlah media online seperti Gi-Media Com- Investigasi.info, Fakta 62.info, ungkap fakta.tabloid forman 01,Armada,Tipikor RI juga menegaskan bahwa informasi yang beredar terkait dugaan kerja sama dengan berbagai instansi di Sulawesi Selatan adalah tidak benar medianya media independen.
Ia menyebutkan bahwa hingga saat ini pihaknya tidak pernah menjalin kerja sama resmi dengan instansi manapun, baik di lingkungan pendidikan seperti SD, SMP, SMA, maupun lembaga lainnya. Oleh karena itu, ia menilai pemberitaan yang menyebut adanya aktivitas penawaran atau kerja sama tersebut patut dipertanyakan kebenarannya.
Seorang wartawan senior di Makassar berinisial (SM) menegaskan bahwa praktik jurnalistik yang tidak sesuai dengan kode etik dapat berdampak serius terhadap kepercayaan publik.
“Profesi wartawan itu dilindungi undang-undang, tetapi juga memiliki aturan yang harus dipatuhi. Jika berita dibuat tanpa dasar yang jelas dan tanpa konfirmasi, itu bisa mencederai kepercayaan masyarakat,” ujarnya.
Tak hanya dari kalangan jurnalis, keresahan juga datang dari masyarakat. Sejumlah warga mengaku kebingungan dengan informasi yang diterbitkan media jejak terkini.karena dinilai tidak memiliki sumber yang jelas serta tidak berimbang.
sehingga dilaporkan ke mapolda Sulawesi Selatan.
Diketahui, dalam laporan tersebut terdapat beberapa pihak yang dilaporkan, yang diduga merupakan bagian dari tim media Jejak Terkini, masing-masing berinisial (R.DK), (FJ), dan (R). Proses hukum saat ini masih berjalan di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulawesi Selatan.
"Kul Indah berharap agar organisasi profesi dan pihak terkait dapat mengambil langkah tegas dan objektif dalam menyikapi persoalan ini. Penegakan kode etik jurnalistik dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga marwah serta integritas dunia pers di Indonesia.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Jejak Terkini belum memberikan klarifikasi resmi terkait tudingan yang beredar.
(Red)
.png)
.png)
