• Jelajahi

    Copyright © Ungkap Fakta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

     


    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Jaga Ketertiban Umum, Bupati Pasaman Perketat Aturan Hiburan Organ Tunggal

    Senin, 20 April 2026, April 20, 2026 WIB Last Updated 2026-04-20T13:46:30Z
    masukkan script iklan disini



    Pasaman,Ungkap Fakta.Info.Pemerintah Kabupaten Pasaman resmi mengeluarkan kebijakan tegas terkait pengawasan hiburan organ tunggal guna memelihara ketertiban umum dan ketentraman masyarakat. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Bupati Pasaman Nomor: 332/131/Satpol PP dan Damkar/IV/2026 yang ditujukan kepada para Camat, Wali Nagari, serta para pelaku usaha sound system di seluruh wilayah Kabupaten Pasaman (18/04/26).


    Bupati Pasaman, Welly Suhery, menekankan bahwa langkah ini diambil sebagai tindak lanjut dari visi Pasaman yang berkarakter serta mempedomani aturan yang lebih tinggi di tingkat Provinsi Sumatera Barat. Dalam edaran tersebut, ditegaskan bahwa batas operasional hiburan organ tunggal pada malam hari hanya diizinkan hingga pukul 23.00 WIB. Selain itu, setiap penyelenggara wajib mengantongi izin keramaian dari kepolisian setempat dan dilarang keras menampilkan pertunjukan yang mengarah pada pornoaksi maupun tarian erotis.


    “Kita ingin mewujudkan masyarakat yang maju namun tetap menjunjung tinggi norma adat dan agama. Oleh karena itu, volume suara harus dijaga agar tidak mengganggu ketentraman, serta kegiatan seperti praktik saweran dan konsumsi minuman beralkohol dalam acara hiburan harus ditiadakan,” tegas poin dalam edaran tersebut.


    Di sisi lain, kebijakan ini mendapatkan tanggapan beragam dari masyarakat. Sebagian besar warga menyambut positif pembatasan jam operasional ini karena dinilai efektif mengurangi kebisingan di malam hari yang selama ini sering dikeluhkan. Namun, beberapa pelaku usaha organ tunggal berharap agar pengawasan di lapangan dilakukan secara persuasif dan adil, mengingat usaha tersebut merupakan sumber penghasilan bagi para seniman lokal.


    Menyikapi hal tersebut, aparat terkait yang terdiri dari pihak Kepolisian, Satpol PP, dan instansi terkait lainnya telah diinstruksikan untuk melakukan pemantauan secara rutin. Petugas tidak akan segan melakukan upaya paksa penghentian kegiatan jika ditemukan pelanggaran yang bertentangan dengan norma budaya dan aturan yang telah ditetapkan dalam edaran ini.(Joni Satri)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    https://www.profitableratecpm.com/knzuikf5dh?key=c788dca60ab1d7a8d48523714ff94c5e