Ungkap fakta,Asahan
pemusnahannya Narkoba DiMapolres Asahan pada Selasa, 31 Maret 2026 seberat 9,9 kilogram sabu dan 827 cartridge yang masuk dalam daftar pemusnahan.
Jadi pertanyaan awak media data yg didapat dari penangkapan Polres Asahan Berdasarkan dari catatan Forwaka Asahan pada 11 Agustus 2025, Polres Asahan pernah merilis penangkapan sabu seberat 2,1 kilogram dan 1.799 unit cartridge berbahaya di perairan Silo Baru, Kecamatan Silo Laut, Asahan, Sumatera Utara (Sumut),
Selanjutnya penangkapan sabu seberat 2,1 Kg pada tanggal 3 Agustus 2025. Untuk penangkapan, 1.799 unit cartridge pada tanggal 6 Agustus 2025.
Kemudian disusul pengungkapan kasus pada bulan Maret 2026, pihak kepolisian kembali menyita 10 kilogram sabu serta 891 cartridge dari jaringan antar kota.
Secara kalkulasi menyeluruh, akumulasi dari dua pengungkapan kasus sebesar ini mencapai 12,1 kilogram sabu dan 2.690 unit cartridge.
Muncul selisih Narkoba jenis sabu- Sabu 2,2 kg. dan 1.863 Narkoba jenis cartridge.
Ketua Forwaka Asahan, Doly Dien Simbolon melayangkan konfirmasi secara langsung kepada Kapolres Asahan, melalui WhatsApp, pada Selasa (31/3/2026)
adanya selisih jumlah barang bukti narkoba hasil tangkapan Polres Asahan yang raib dari daftar jumlah pemusnahan menjadi pertanyaan apakah ini Human error .
kelelahan, tekanan kerja tinggi, , dan desain sistem/prosedur yang buruk, bukan sekadar kecerobohan individu. Faktor psikologis seperti stres dan gangguan konsentrasi, serta lingkungan fisik yang tidak mendukung (bising, panas), juga memicu kesalahan. Kelelahan & Beban Kerja: Kelelahan fisik atau mental akibat jam kerja panjang dan beban tugas yang terlalu tinggi.
Aparat Penegak Hukum (APH) pasti sudah tidak diragu lagi kapasitasnya /kenerja. Ini akan menjadi pertanyaan publik dan harus ddipertanggung jawabkan ke publik keabsahannya.
Wijaya kesuma SH.
.png)
.png)
