Seorang ibu rumah tangga asal Desa Bobo, Kecamatan Dolo Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah, bernama Ibu ALTA SAFITRI, dikabarkan mengalami penderitaan saat merantau sebagai pekerja di Jeddah, Arab Saudi.
Berdasarkan informasi yang beredar dari pihak keluarga, Ibu ALTA SAFITRI diduga kerap mengalami perlakuan tidak manusiawi dari majikannya. Ia disebut sering dipukul, tidak menerima gaji, serta telepon genggamnya disita sehingga sulit untuk berkomunikasi dengan keluarga di tanah air.
Dalam kondisi penuh tekanan, Ibu ALTA SAFITRI bahkan sempat meninggalkan surat berbahasa Kaili—bahasa daerah Sulawesi Tengah—yang diduga ditulis secara sembunyi-sembunyi agar tidak diketahui oleh majikannya. Surat tersebut berisi permohonan pertolongan atas kondisi yang ia alami setiap hari.
Lebih memprihatinkan lagi, keluarga menyebut bahwa ia juga mendapatkan ancaman serius dari majikannya. Saat ini, keberadaan Ibu ALTA SAFITRI dilaporkan masih berada di wilayah Jeddah dan dalam kondisi yang memerlukan bantuan segera.
Pihak keluarga mengaku telah berupaya mendatangi lokasi tempat tinggal majikan melalui kerabat yang berada di sana. Namun, mereka tidak diperbolehkan masuk dan pintu rumah tidak dibuka oleh pihak majikan. Upaya untuk membawa Ibu Nuraeni keluar pun belum berhasil.
Kasus ini menambah daftar panjang persoalan yang dialami pekerja migran Indonesia di luar negeri, khususnya terkait perlindungan tenaga kerja. Diharapkan adanya perhatian serius dari pemerintah, khususnya perwakilan Indonesia di Arab Saudi, untuk segera melakukan penelusuran dan penyelamatan terhadap korban.
Masyarakat juga diimbau untuk turut membantu menyebarkan informasi ini agar dapat segera sampai ke pihak berwenang dan mendapatkan penanganan cepat.
Kami mohon bantuan, semoga ada jalan agar beliau bisa segera diselamatkan,” ungkap pihak keluarga dengan harapan besar.

.png)

.png)

