Www.ungkapfakta.com Bayung lencir Musi Banyuasin-Keluhan warga Kecamatan Bayung Lencir terhadap pelayanan listrik akhirnya memuncak. Dalam beberapa hari terakhir, masyarakat dibuat geram oleh pemadaman listrik yang terjadi berulang tanpa kejelasan. Kondisi ini bukan sekadar gangguan teknis biasa—ini sudah menyentuh batas kesabaran publik.
Warga mendatangi kantor cabang PLN Bayung Lencir untuk menyampaikan protes keras. Pasalnya, listrik padam selama tiga hari berturut-turut dari pukul 18.00 hingga 22.00 WIB. Ironisnya, pada hari ini pemadaman kembali terjadi sejak pukul 09.00 pagi hingga waktu yang belum bisa dipastikan. Bagi masyarakat yang bergantung pada listrik untuk aktivitas sehari-hari—baik usaha kecil, pendidikan, maupun kebutuhan rumah tangga—situasi ini jelas merugikan.
Lebih dari sekadar ketidaknyamanan, warga juga melaporkan kerusakan pada sejumlah perangkat elektronik akibat pemadaman yang tidak stabil. Lonjakan arus saat listrik kembali menyala diduga menjadi penyebab utama. Namun hingga kini, belum ada kejelasan dari pihak PLN terkait tanggung jawab maupun mekanisme ganti rugi.
Kemarahan warga bukan tanpa alasan. Mereka menilai pelayanan PLN semakin buruk dan tidak transparan. Informasi terkait jadwal pemadaman sering kali tidak disampaikan secara jelas, bahkan cenderung mendadak. Hal ini menimbulkan kesan bahwa perusahaan milik negara tersebut abai terhadap hak dasar masyarakat.
Warga mendesak pemerintah daerah untuk tidak tinggal diam. Mereka meminta adanya evaluasi serius terhadap kinerja PLN di wilayah Bayung Lencir. Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan hanya kepercayaan publik yang runtuh, tetapi juga berdampak pada roda ekonomi lokal yang bisa tersendat.
Ketua DPC Gempita Bayung lencir Armawijaya angkat bicara“Kalau seperti ini terus, kami yang jadi korban. Alat rusak, usaha terganggu, tapi tidak ada tanggung jawab,” keluh salah satu warga.
Sudah saatnya PLN berhenti berlindung di balik alasan klasik dan mulai berbenah secara nyata. Pelayanan listrik bukan sekadar soal infrastruktur—ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Ketika listrik mati berulang tanpa solusi, yang padam bukan hanya lampu, tetapi juga kepercayaan rakyat.
.png)

.png)
