• Jelajahi

    Copyright © Ungkap Fakta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Setahun Terendam, Warga 16 Ulu Palembang Bertahan di Tengah Air Kotor dan Ancaman Ular

    Kamis, 09 April 2026, April 09, 2026 WIB Last Updated 2026-04-09T13:53:21Z
    masukkan script iklan disini



     



    Ungkap Fakta.info, Palembang (09/04/2026)– Di balik hiruk pikuk pembangunan kota, ada cerita yang nyaris tenggelam—bukan hanya oleh waktu, tapi juga oleh genangan air setinggi 40 sentimeter yang tak kunjung surut.


    Di Lorong Karya Jasa II, tembusan RT 08, Kelurahan 16 Ulu, Kecamatan Plaju, Palembang, jalan sepanjang kurang lebih 220 meter berubah menjadi “kubangan” permanen selama hampir satu tahun terakhir. Airnya keruh, berbau, dan diam seolah menjadi saksi bisu atas keluhan warga yang belum juga menemukan jawaban.


    Bagi sebagian orang, genangan mungkin hanya sekadar gangguan. Namun bagi warga di sini, itu adalah persoalan hidup sehari-hari tentang kesehatan, keselamatan, bahkan rasa takut.


    Kristin, salah satu warga, menuturkan kisahnya dengan suara lirih yang menyimpan lelah.




    “Saya kena penyakit kulit. Kaki saya gatal terus, tidak sembuh-sembuh. Sudah berobat, tapi percuma kalau airnya masih seperti ini,” ujarnya.




    Hari-hari yang seharusnya sederhana berubah menjadi penuh kehati-hatian. Setiap langkah di atas genangan menyimpan risiko. Tak jarang warga terjatuh karena tak bisa melihat permukaan jalan yang tertutup air kotor.


    Namun yang lebih mengkhawatirkan, ancaman datang tanpa suara.


    “Beberapa kali anak ular masuk ke halaman rumah. Kami jadi takut, apalagi kalau sampai masuk ke dalam rumah,” kata Kristin, matanya menahan cemas.


    Genangan itu bukan tanpa sebab. Saluran drainase yang dangkal, tersumbat lumpur, serta kebiasaan membuang sampah sembarangan menjadi bagian dari persoalan yang saling terkait. Di sisi lain, pembangunan rumah yang tak memperhatikan sistem pembuangan air turut memperparah keadaan.




    Ketua RT 08, Yono, tak menampik hal tersebut. Ia menyebut persoalan ini sebagai “pekerjaan bersama” yang membutuhkan kesadaran kolektif.


    “Kita harus jujur, ini bukan hanya soal pemerintah. Ada juga faktor dari kita sendiri. Tapi kalau dibiarkan, dampaknya semakin besar,” ujarnya.


    Ia berharap semangat gotong royong bisa kembali hidup di tengah warga. Namun ia juga menyadari, persoalan ini sudah melampaui kemampuan swadaya masyarakat.


    Harapan itu pun kini diarahkan kepada Pemerintah Kota Palembang. Warga berharap ada langkah nyata, bukan sekadar wacana.


    Nama Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, dan Wakil Wali Kota, Prima Salam, disebut penuh harap oleh warga.


    “Kami hanya ingin hidup layak. Jalan tidak tergenang, lingkungan sehat, dan anak-anak kami aman,” ujar Yono.


    Ia juga mengingat janji yang pernah disampaikan tentang pembangunan jalan yang lebih baik dan drainase yang mampu mengatasi banjir menahun.


    Kini, warga tak menuntut lebih. Mereka hanya ingin air itu surut. Jalan kembali terlihat. Dan kehidupan berjalan normal, tanpa rasa takut setiap kali melangkah keluar rumah.


    Sebab bagi mereka, ini bukan sekadar genangan air ini tentang bertahan hidup di tengah kondisi yang seharusnya tidak lagi mereka rasakan.

    ( Andra Alfafa)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    https://www.profitableratecpm.com/knzuikf5dh?key=c788dca60ab1d7a8d48523714ff94c5e