Afulu, ungkapfata.info-
Warga mengeluhkan kualitas pembangunan jalan di wilayah mereka yang dinilai dikerjakan secara asal-asalan. Jalan yang merupakan akses utama menuju kecamatan tersebut diduga menggunakan material yang tidak sesuai standar.
Sejumlah warga menyebutkan bahwa timbunan jalan menggunakan tanah hitam yang dicampur dengan batu sertu, sehingga dikhawatirkan tidak akan bertahan lama. Padahal, proyek pembangunan jalan ini diketahui memiliki anggaran sebesar Rp17.719.000.000 (tujuh belas miliar tujuh ratus sembilan belas juta rupiah) yang bersumber dari pemerintah provinsi.
“Jalan ini sudah lama tidak diperbaiki. Kami berharap pembangunan kali ini benar-benar berkualitas agar bisa digunakan dalam jangka panjang. Jangan sampai menjadi lahan korupsi,” ujar salah satu warga.
Jalan tersebut menghubungkan Kecamatan Lahewa dengan Kecamatan Afulu dan menjadi akses penting menuju pusat aktivitas masyarakat, termasuk pasar pekanan yang ramai setiap hari Kamis.
Selain itu, jalan ini juga merupakan jalur utama bagi pelajar menuju SMA Negeri Afulu serta dilintasi kendaraan pengangkut hasil bumi masyarakat dan material bangunan. Aktivitas lalu lintas yang cukup padat membuat kualitas jalan menjadi sangat penting bagi keselamatan dan kelancaran ekonomi warga.
Masyarakat berharap pihak pengawas dari pemerintah provinsi dapat turun langsung ke lapangan untuk memastikan pekerjaan dilakukan sesuai spesifikasi.
“Kami minta pengawasan yang serius agar pembangunan jalan ini tidak dikerjakan asal-asalan dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegas warga.
(Dedi)
.png)
.png)
