David P. Gea, Prajurit Asal Nias Gugur di Tanah Papua: "Aku Pergi Bukan Membenci Hidup, Tapi Mencintai Negeri Ini"
PAPUA –Ungkap fakta-(15/5/2026)
Di tengah rimbunan hutan belantara dan rintik hujan yang membasahi bumi Papua, nama David P. Gea kini terukir abadi dalam catatan pengabdian bangsa. Prajurit TNI asal Nias, Sumatera Utara itu, gugur dalam tugas menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia di wilayah perbatasan.
Di detik-detik terakhir hidupnya, saat darah mulai membasahi seragam loreng kebanggaannya dan napasnya kian berat, David tak sekalipun melontarkan penyesalan. Di tengah rasa sakit yang ditahannya, ia sempat berbisik lirih kepada rekan seperjuangan yang ada di sampingnya, pesan yang menjadi wasiat paling mengharukan sekaligus bukti keteguhan hati seorang prajurit.
“Jika aku tak pulang, sampaikan pada ibu… anaknya pergi bukan karena membenci hidup, tetapi karena terlalu mencintai negeri ini,” bisik David dengan suara gemetar namun penuh keyakinan.
Saat itu, matanya menatap langit kelabu yang menyelimuti pegunungan Papua, seolah sedang melihat wajah Indonesia di balik kabut yang bergulung. Ia sadar ajal semakin mendekat, namun hatinya teguh. Di dada mudanya, hanya tersisa rindu yang belum sempat terobati kepada keluarga di kampung halaman, dan janji setia yang harus dibayar hingga titik darah penghabisan.
“Demi Ibu Pertiwi, demi Indonesiaku… aku rela gugur,” ucapnya, sebelum suaranya perlahan lirih dan tenggelam bersama hembusan angin yang berembus di antara pepohonan.
Jauh dari kampung halamannya di Nias, jauh dari pelukan ibu dan orang yang dicintai, David menghembuskan napas terakhirnya di tanah Papua. Ia meninggalkan air mata, doa, dan nama yang mungkin tak akan terdengar gaungnya di setiap sudut negeri, namun pengorbanannya telah menjadi benteng sunyi yang menjaga Sang Saka Merah Putih tetap berkibar tegak.
David P. Gea adalah satu dari sekian banyak putra terbaik bangsa yang rela menempuh jarak ribuan kilometer, meninggalkan kenyamanan rumah, dan mempertaruhkan nyawa demi menjaga damai dan keutuhan wilayah Indonesia. Namanya kini bersanding dengan para pahlawan, bukti bahwa di manapun berada, seorang prajurit selalu siap memberi yang terbaik, bahkan nyawanya sekalipun, demi cinta yang tulus kepada ibu pertiwi.
Pengabdian dan pesan terakhirnya menjadi pengingat bagi kita semua: kemerdekaan dan keamanan yang kita rasakan hari ini, dipertaruhkan dan dijaga oleh orang-orang hebat yang berani berkata "rela gugur" demi Indonesia.
Penulis:(Kul indah)

.png)
.png)
