• Jelajahi

    Copyright © Ungkap Fakta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

     


    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Gembong Maling Rumah Kosong Unit 5 Rimbo Bujang Masih Berkeliaran, MTS At-Taqwa Dibobol Lagi!

    Sabtu, 09 Mei 2026, Mei 09, 2026 WIB Last Updated 2026-05-09T15:21:46Z
    masukkan script iklan disini



     

    Tebo – Ketakutan masih menyelimuti warga Desa Tegal Arum dan Tegal Asri, Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo. Meski satu kelompok maling rumah kosong telah ditangkap Masyarakat dan di serahkan ke  Polsek setempat pada 22 April 2026 lalu, gelombang pencurian justru semakin menjadi. Masyarakat yakin, otak utama atau gembong pelaku masih bebas berkeliaran dan mengendalikan aksi-aksi berikutnya.

    Menurut informasi yang dihimpun dari perangkat desa Tegal Arum, sejak penangkapan tersebut hingga Sabtu pagi (9/5/2026), telah terjadi kurang lebih lima kali aksi pencurian di wilayah Unit 5. Puncaknya terjadi pagi tadi.

    Sekitar pukul 08.00 WIB, seorang guru MTS At-Taqwa melaporkan gudang sekolahnya telah dibobol. Pintu gudang yang dikunci rapat ditemukan dalam keadaan dicongkel paksa. Setelah dilakukan pemeriksaan, paralon ukuran besar yang disimpan di dalam gudang raib dibawa kabur.

    Ini bukan kali pertama. MTS At-Taqwa sudah menjadi korban pembobolan untuk ketiga kalinya. "Kami sudah sangat kesal dan khawatir. Setiap hari kami was-was, takut ada yang hilang lagi," ujar salah seorang warga Unit 5 yang enggan disebut namanya.

    Warga menduga ada dalang utama yang masih aktif mengorganisir aksi-aksi tersebut. "Setelah yang ditangkap kemarin, seharusnya berhenti. Tapi malah tambah ramai. Pasti ada yang lebih besar di belakang ini," kata seorang perangkat desa Tegal Arum yang mengumpulkan informasi langsung dari masyarakat.

    Pihak desa sendiri telah melaporkan semua kejadian ini kepada Bhabinkantibmas setempat. Mereka berharap aparat segera turun tangan lebih tegas untuk membongkar jaringan pencuri yang membuat resah warga.

    warga Unit 5 terus berharap pelaku, terutama gembong utamanya, segera ditangkap agar ketenangan kembali ke kampung mereka.

    "Kami hanya ingin rumah-rumah kami aman. Tolong segera tangkap pelakunya," pungkas seorang warga dengan nada frustrasi.

    Kasus ini menjadi sorotan karena terjadi berulang di wilayah yang sama meski sudah ada penangkapan. Apakah ini ulah jaringan yang sama atau muncul kelompok baru? Masyarakat menanti respons cepat dari aparat penegak hukum (***)

     




    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    https://www.profitableratecpm.com/knzuikf5dh?key=c788dca60ab1d7a8d48523714ff94c5e