Www.ungkapfakta.com Muba-Panggung megah sudah digelar, mikrofon sudah disetel ke volume maksimal, dan senyum lebar para pejabat pun sudah dipasang rapi di depan kamera. Di Kecamatan Lalan, harapan masyarakat seolah sedang "digoreng" kembali. Kali ini, menu utamanya adalah janji penyelesaian Jembatan P6 Lalan, sebuah infrastruktur yang tampaknya lebih cepat selesai di atas kertas pidato ketimbang di atas aliran sungai.
Janji Secepat Kilat, Proyek Selembut Siput
Bupati Muba dan Gubernur Sumsel tampak begitu kompak dalam satu hal, keahlian merangkai kata. Dalam setiap kunjungan, narasi yang dibangun selalu sama, optimisme yang meluap-luap. Masyarakat diminta bersabar, diminta mendukung, dan dijanjikan bahwa "sebentar lagi" isolasi wilayah akan berakhir.
Namun, realita di lapangan berbicara lain. Hingga detik ini, Jembatan P6 Lalan masih menyandang status sebagai "Jembatan Buntung."Besi-besi tua yang terpancang di sana seolah menjadi saksi bisu betapa lambannya mesin birokrasi bekerja jika sudah urusan fasilitas rakyat kecil. Apakah para pejabat ini sedang membangun jembatan menuju masa depan, ataukah sedang membangun monumen kegagalan mereka sendiri?
Pejabat Raih Untung, Rakyat Kian Murung
Ada sebuah ironi yang menyesakkan dada. Di tengah kemacetan progres pembangunan, para pejabat daerah tetap bisa tersenyum simpul dalam acara-acara seremoni. Mungkin bagi mereka, jembatan yang tak kunjung rampung ini adalah "aset" politik yang bisa terus dijanjikan setiap musim pemilihan tiba.
Sementara itu, masyarakat Lalan harus terus berjibaku dengan transportasi air yang mahal dan berisiko. Setiap hari mereka menatap potongan jembatan itu dengan perasaan getir.
Di mata rakyat, jembatan itu bukan sekadar penghubung jalan, tapi simbol harga diri pemerintah yang kian merosot. Jika untuk membangun satu jembatan saja butuh waktu bertahun-tahun dengan drama yang tak berujung, lalu apa yang sebenarnya mereka kerjakan di kantor-kantor mewah itu?
Target Desember: Harapan Baru atau Lelucon Lama?
Kini, target baru dicanangkan: Desember harus selesai telah jauh berlalu Sebuah tenggat waktu yang terdengar gagah di telinga, namun pada fakta dan realita hingga Mei 2026 ini Jembatan masih buntung bahkan lebih tragis lagi baru berdiri Tiang pancang dengan brutal dirobohkan oleh tongkang Batubara perusahaan Tambang yang mampu membuat Pemprov Sumsel dan Pemkab Muba bertekuk lutut tak berdaya.
Janji dan Target sudah terlalu sering kita dengar sebelumnya. Masyarakat Lalan mungkin sudah kenyang dengan angka-angka bulan dan tahun yang terus bergeser.
Apakah Desember dan Tahun baru 2025 yang di janjikan jembatan ini benar-benar bisa dilalui?
Ataukah ini hanya strategi meredam amarah warga sementara waktu?
Sudah saatnya Gubernur Sumsel dan Bupati Muba berhenti menjadikan Jembatan P6 Lalan sebagai bahan pidato pemanis suasana. Rakyat tidak butuh retorika; rakyat butuh akses. Jika hingga akhir tahun ini jembatan tersebut tetap "buntung," maka jangan salahkan rakyat jika mereka menganggap janji-janji pejabat tersebut tak lebih dari sekadar "sampah visual" yang hanya indah untuk difoto, tapi pahit untuk dirasakan.
Cukup sudah sandiwaranya. Selesaikan jembatannya, atau akui saja bahwa kalian memang gagal.
Team
.png)

.png)
