![]() |
| ungkapfakta.info |
TULANG BAWANG – Kesombongan tanpa dasar kembali terlihat terang di ruang publik daring. Akun bernama Makmun Serbaguna melontarkan pernyataan kasar dan merendahkan terhadap profesi jurnalistik, seolah kebebasan berekspresi adalah hak mutlak untuk menghina, meremehkan, dan menginjak-injak kehormatan orang lain. Sikap ini dinilai sebagai bukti ketidaktahuan yang parah akan kedudukan pers, serta kurangnya rasa hormat paling dasar terhadap aturan main bermasyarakat.
Pers bukanlah sasaran empuk hinaan sembarangan, melainkan lembaga yang memiliki kedudukan, kode etik, dan perlindungan hukum yang teguh. Namun Makmun Serbaguna bertindak seolah dunia maya adalah wilayah bebas dari tanggung jawab, melontarkan ucapan yang tidak beradab, merendahkan martabat insan pers, dan mencederai prinsip demokrasi. Perilaku ini bukan sekadar keliru ini adalah bukti kesombongan yang buta terhadap peran pengawasan publik yang sangat krusial.
Berdasarkan bukti lengkap dan terverifikasi yang telah dikumpulkan dengan teliti, pihak yang dirugikan tidak akan tinggal diam, seluruh jejak ucapan, rekaman, dan materi penghinaan akan disusun rapi dan diserahkan secara resmi kepada Aparat Penegak Hukum (APH). Ini bukan masalah pribadi, melainkan penegasan tajam, setiap kata yang terucap, terlebih yang berisi penghinaan, memiliki konsekuensi hukum yang tak bisa dielakkan.
Kasus ini menjadi peringatan telak bagi seluruh pembuat konten maupun pengguna media sosial, jangan merasa pandai berbicara padahal buta aturan. Kebebasan bukanlah izin untuk melukai kehormatan, merendahkan profesi orang lain, atau bertindak angkuh tanpa batas. Kata-kata yang keluar harus disaring akal sehat dan etika; ketidaktahuan tidak akan pernah diterima sebagai alasan untuk menghindari tanggung jawab.
Insan pers Tulang Bawang tidak akan membiarkan kehormatan profesinya dijadikan bahan mainan pihak yang tidak paham aturan. Makmun Serbaguna harus paham, apa yang dilakukan bukan sekadar kesalahan ucapan, melainkan tindakan yang akan dituntut hingga ke akar hukumnya agar tidak ada pihak lain yang terinfeksi sikap angkuh dan sembarangan serupa di masa depan.
Ucapan yang tidak berdasar dan penuh penghinaan itu kini menjadi bukti paling kuat bagi pelakunya sendiri, bahwa di balik kesombongan itu, ketidaktahuan hukum dan kurangnya adablah yang berbicara paling keras.
Pewarta: Yantoni
.png)

.png)

