• Jelajahi

    Copyright © Ungkap Fakta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Laporan Palsu ke Bupati Rahmad Qudrotul Mengaku Sudah Menghubungi Media, Padahal Belum Pernah Menelpon Sekali Pun

    Sabtu, 03 Oktober 2026, Oktober 03, 2026 WIB Last Updated 2026-10-03T01:34:00Z
    masukkan script iklan disini



    ungkapfakta.info


     

    TULANG BAWANG, 3 OKTOBER 2026 Muncul fakta yang sangat mengkhawatirkan terkait laporan yang disampaikan kepada pimpinan tertinggi Kabupaten Tulang Bawang. Rahmad Qudrotul diduga melaporkan kepada Bupati bahwa dirinya sudah berupaya menghubungi ketua lembaga terkait maupun awak media, namun tidak disambut, nomor tidak diangkat, komunikasi sudah terputus.

     

    Namun fakta di lapangan membuktikan sebaliknya sampai saat ini Rahmad Qudrotul belum pernah melakukan panggilan telepon langsung kepada awak media maupun ketua lembaga tersebut sekalipun. Tidak ada panggilan masuk, tidak ada percakapan, tidak ada upaya komunikasi secara langsung. Yang ada hanyalah pesan yang disampaikan melalui orang lain, lalu dilaporkan ke Bupati seolah-olah sudah berusaha sendiri namun ditolak.

     

    Berdasarkan keterangan sumber yang mengetahui langsung peristiwa ini:

     

    "Itu tidak benar. Dia melapor ke Bupati seolah-olah sudah menelepon kami, sudah berusaha menghubungi, tapi tidak diangkat. Padahal sejak awal sampai sekarang, tidak pernah ada satu pun panggilan langsung darinya. Tidak ada nomornya masuk ke ponsel kami. Tidak ada percakapan. Dia hanya menyampaikan pesan lewat perantara, lalu bilang ke Bupati bahwa kami yang tidak mau berkomunikasi."

     

    "Ini bukan sekadar tidak nyambung ini laporan yang disusun seolah-olah sudah berusaha, padahal tidak pernah dilakukan. Siapa yang memberi tahu Bupati hal demikian? Dan mengapa laporan yang tidak benar itu disampaikan seolah-olah fakta yang sudah terjadi?"

     

     

    Tiga Fakta yang Membantah Laporan Tersebut

     

    1. Belum Pernah Ada Panggilan Langsung

    Rahmad Qudrotul tidak pernah menelepon langsung kepada awak media maupun ketua lembaga yang dimaksud. Semua pesan yang ada disampaikan melalui pihak ketiga. Tidak ada bukti percakapan langsung, tidak ada catatan panggilan, tidak ada rekaman.

     

    2. Dilaporkan ke Bupati Seolah Sudah Berusaha

    Kepada Bupati, dikatakan bahwa sudah menghubungi, namun tidak disambut. Padahal tidak pernah ada upaya langsung. Ini adalah penyampaian informasi yang tidak sesuai kenyataan kepada pimpinan tertinggi daerah.

     

    3. Mengapa Lewat Orang Lain?

    Jika memang ingin menyampaikan sesuatu, mengapa tidak berbicara langsung? Mengapa harus melalui perantara, lalu melaporkan ke Bupati bahwa pihak lain yang tidak mau berkomunikasi? Pola ini menimbulkan dugaan adanya niat tertentu ingin terlihat benar di mata pimpinan, padahal tidak pernah berusaha secara jujur.

     

    Ini Bukan Kesalahan Ini Rekayasa

     

    Sumber menegaskan:

     

    "Bukan kami yang tidak mengangkat telepon. Itu telepon yang tidak pernah dikirim. Dia bilang ke Bupati sudah berusaha, padahal tidak pernah menekan tombol panggil. Itu bukan kesalahpahaman itu cerita yang disusun agar terlihat seolah-olah kami yang menutup diri."

     

    "Jika merasa pemberitaan tidak benar, hubungi langsung. Datanglah. Bicaralah. Buktikan. Tapi jangan melapor ke atas dengan cerita yang tidak terjadi. Bupati berhak menerima laporan yang jujur, bukan rekayasa yang disusun agar terlihat seolah-olah yang melapor paling benar."

     

    "Rahmad Qudrotul kalau memang berani, hubungi sekarang. Bicara langsung. Jangan sembunyi di balik laporan yang tidak sesuai kenyataan. Rakyat tahu siapa yang jujur dan siapa yang menyusun cerita agar tidak disalahkan."

     

    Kewajiban Pimpinan Tertinggi

     

    Laporan yang tidak sesuai fakta ini diduga sampai ke meja Bupati. Oleh karena itu:

     

    Bupati berhak mengetahui kebenaran yang sebenarnya bahwa tidak pernah ada penolakan komunikasi, melainkan tidak pernah ada upaya komunikasi langsung.


    Setiap laporan yang disampaikan harus dapat dibuktikan. Jika tidak dapat ditunjukkan bukti panggilan maupun percakapan, maka laporan itu tidak dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan.


    Awak media tetap terbuka untuk komunikasi langsung. Siapa pun yang ingin menyampaikan keberatan, buktikan kesalahan pemberitaan secara spesifik, bukan secara umum melalui laporan yang tidak nyata.

     

    Hingga saat ini belum ada bukti panggilan langsung maupun undangan bertemu langsung dari Rahmad Qudrotul kepada awak media maupun ketua lembaga terkait.

     

    Narasumber:

    Awak Media Fakta (identitas dirahasiakan)

    Sumber yang mengetahui isi laporan ke Bupati

     

    Sumber: Catatan komunikasi, keterangan saksi, bukti percakapan perantara


    Pewarta: Yantoni

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    https://www.profitableratecpm.com/knzuikf5dh?key=c788dca60ab1d7a8d48523714ff94c5e