![]() |
| ungkapfakta.info |
TULANG BAWANG, 3 OKTOBER 2026 Suara kekecewaan masyarakat Tulang Bawang kini bergema luas. Warga mempertanyakan kemajuan nyata yang diraih Kabupaten Tulang Bawang selama kepemimpinan Bupati Drs. Qudrotul Ikhwan, M.M. dan Wakil Bupati Hankam Hasan. Dari segi ekonomi, pembangunan, sosial, hingga budaya warga menilai belum ada perubahan berarti yang dirasakan langsung di kehidupan sehari-hari.
Pertanyaan tajam ini disampaikan secara terbuka kepada seluruh masyarakat Tulang Bawang, sekaligus ditujukan langsung kepada pimpinan daerah:
"Apa saja prestasi dan kemajuan Tulang Bawang selama Qudrotul Ikhwan dan Hankam Hasan menjabat? Kemajuan dari segi apa? Ekonomi? Pembangunan? Sosial? Budaya? Kami menilai Bupati ini terlalu santai, terlalu asyik di kantor. Cobalah sesekali turun ke lapangan."
Menyadari bahwa Bupati bukan putra asli daerah, masyarakat tetap menaruh harapan agar amanat dijalankan secara profesional. Namun kenyataan di lapangan dinilai jauh dari yang diharapkan.
Jalan rusak, drainase belum terbangun, rumah tak layak huni masih banyak, kemiskinan ekstrem belum tertangani, anak yatim dan janda belum mendapat perhatian yang layak, jaminan kesehatan dan pendidikan belum merata. Daftar permasalahan mendasar ini justru menjadi bukti bahwa urusan paling dasar saja belum tertangani dengan baik.
"Itu semua tugas dan tanggung jawab pemerintah daerah. Mengurus hal sederhana seperti saja apakah tidak mampu? Jika memang sudah tidak sanggup, silakan ajukan pengunduran diri. Banyak orang yang siap menggantikan."
Santai di Kantor, Padahal Daerah Tertinggal
Masyarakat membandingkan perkembangan Tulang Bawang dengan daerah tetangga yang terus melaju, sementara daerah ini terasa tertinggal. Tidak ada yang abadi dalam jabatan demikian ditegaskan warga. Jika kemampuan sudah tidak memadai, lebih jujur untuk mundur daripada membiarkan daerah tertinggal semakin jauh.
"Jangan santai-santai saja. Lihat kemajuan daerah tetangga agar yang Anda pimpin tidak tertinggal. Kalau tidak sanggup lagi, mundurlah. Di dunia ini tidak ada yang selamanya."
Laporan keluhan warga terus mengalir. Yang disampaikan bukan kebencian pribadi, melainkan keprihatinan tulus:
"Saya tidak ada masalah pribadi. Saya hanya kasihan pada masyarakat Tulang Bawang yang sudah salah menaruh harapan. Bekerjalah dengan ikhlas, jangan pencitraan. Walaupun ini bukan tanah kelahiran Anda, tanggung jawab yang diemban sama beratnya."
Panggilan untuk Turun Langsung
Pesan ini disebarkan agar dibaca langsung oleh Bupati maupun Wakil Bupati. Masyarakat tidak menuntut hal mustahil hanya menuntut perhatian pada hal-hal yang paling mendasar:
Jalan yang rusak diperbaiki
Drainase dibangun agar tidak banjir
Rumah tidak layak huni ditangani
Kemiskinan ekstrem dikurangi
Anak yatim dan janda dibantu
Akses kesehatan dan pendidikan dipastikan terjangkau
"Bukan permintaan yang tinggi. Itu adalah tugas pokok yang seharusnya berjalan setiap hari. Jika hal ini saja belum beres, bagaimana Tulang Bawang bisa maju?"
Hingga saat ini belum ada tanggapan resmi dari Bupati maupun Wakil Bupati terkait pertanyaan terbuka ini. Masyarakat berharap pimpinan daerah tidak hanya membaca, tetapi benar-benar turun ke lapangan, melihat langsung keadaan warga, dan bekerja tanpa menunggu diminta.
Narasumber:
Pernyataan terbuka masyarakat Tulang Bawang (identitas dirahasiakan atas permintaan)
Sumber: Pernyataan terbuka yang disebarkan di ruang publik, pantauan kondisi lapangan, keluhan warga
Pewarta: Yantoni
.png)

.png)

