![]() |
| ungkapfakta.info |
TULANG BAWANG, 6 OKTOBER 2026 Bupati Tulang Bawang Qudrotul Ikhwan yang juga mantan Penjabat Bupati dan Pemegang Kuasa Pengelolaan Keuangan Daerah tahun 2023 terkesan tidak mengindahkan pertanyaan awak media. Saat ditanya terkait dugaan penyimpangan keuangan BUMD yang kini sudah masuk ranah penegakan hukum jawabannya hanya berputar pada kalimat yang sama berulang kali. Tidak ada penjelasan terbuka tidak ada kejelasan tidak ada jawaban langsung yang diberikan.
Melalui pesan singkat Qudrotul Ikhwan menyatakan menghormati profesi dan kinerja jaksa. Persoalan itu sudah masuk ranah penegakan hukum. Kita hormati profesi dan kerja kejaksaan. Ketika ditanya secara spesifik apakah dirinya selaku mantan PKPKD tahun 2023 pernah dipanggil untuk diperiksa jawabannya kembali mengulang kalimat yang sama persis. Kita ikuti saja proses yang dilakukan oleh Kejari. Jawaban singkat itu disertai pemberian stiker ucapan terima kasih yang dinilai sebagai cara untuk menutup pembicaraan dan menghindari tanggung jawab menjelaskan kepada publik.
Andika Fortuba Ketua DPP LSM Fortuba mengecam tegas sikap tersebut. Seorang pimpinan tertinggi daerah seharusnya menjadi teladan tata krama dan keterbukaan. Akan tetapi yang terjadi justru sebaliknya. Qudrotul Ikhwan tidak memiliki etika berkomunikasi yang layak di hadapan rakyat yang telah memilihnya. Menghindari pertanyaan awak media dengan jawaban berputar dan pemberian stiker terima kasih adalah bentuk ketidaksopanan sekaligus ketidakpedulian terhadap hak masyarakat mengetahui kebenaran. Pemimpin yang benar benar menjunjung tinggi amanah tidak akan memperlakukan pertanyaan rakyat seolah tidak penting. Sikap ini semakin memperkuat dugaan bahwa ada hal yang sengaja ditutup rapat.
Perilaku ini memunculkan dugaan kuat. Apakah jawaban berputar itu karena ia sungguh tidak tahu atau justru karena ia takut kebohongannya terbongkar. Seorang pemimpin yang bersih tidak akan takut menjawab pertanyaan rakyat. Seorang pemimpin yang jujur akan memberikan penjelasan yang jelas dan terbuka. Jika jawaban yang diberikan hanya mengulang kalimat yang sama lalu menutup percakapan maka semakin menguatkan asumsi bahwa ada sesuatu yang disembunyikan di balik kesunyian itu.
Kepada Bupati Qudrotul Ikhwan.
Bapak dipilih rakyat. Bapak menjabat atas amanah rakyat. Bapak wajib menjawab pertanyaan rakyat secara langsung dan jujur. Mengapa tidak bisa menjawab pertanyaan sederhana apakah pernah dipanggil atau tidak. Apakah pertanyaan itu terlalu berat untuk dijawab. Atau jawabannya akan mengarah ke hal yang tidak ingin Bapak ungkapkan. Menggunakan alasan menghormati proses hukum bukan berarti boleh diam saat ditanya. Menghormati Kejaksaan bukan berarti menutup mulut saat rakyat meminta kejelasan. Jangan jadikan instansi penegak hukum sebagai tameng untuk menutup pertanggungjawaban sendiri.
Kepada seluruh masyarakat Tulang Bawang.
Perhatikan baik baik. Pemimpin yang takut menjawab pertanyaan sederhana adalah pemimpin yang menyimpan sesuatu. Pemimpin yang memberikan jawaban berputar dan mengulang kalimat yang sama adalah pemimpin yang takut terungkap. Jika tidak ada yang disembunyikan mengapa harus menghindar. Jika tidak ada yang salah mengapa tidak menjelaskan secara terbuka. Rakyat tidak butuh kalimat yang dihafal dan diulang. Rakyat butuh jawaban yang jujur dan langsung pada intinya.
Kepada Kejaksaan Negeri Menggala.
Perhatikan pula sikap ini. Pemegang Kuasa Pengelolaan Keuangan Daerah saat ditanya tidak memberikan kejelasan. Apakah ini tanda bahwa memang ada hal yang ditutupi. Apakah sikap menghindar ini mengindikasikan bahwa pertanyaan yang diajukan menyentuh hal yang sebenarnya. Kami menuntut agar Kejaksaan memeriksa hal ini secara menyeluruh. Jangan biarkan siapa pun bersembunyi di balik jawaban yang tidak menjawab. Panggil dan periksa secara langsung. Tanyakan secara tegas. Dapatkan jawaban yang jelas bukan kalimat yang berputar di tempat.
Jawaban singkat yang menghindar bukanlah kehormatan. Itu justru memperkuat kecurigaan. Semakin dihindari semakin terlihat bahwa ada yang tidak beres. Rakyat menunggu jawaban yang sebenarnya. Bukan kalimat yang diulang ulang. Bukan stiker ucapan terima kasih. Bukan penghindaran. Jika bersih tunjukkan kebersihan dengan menjawab secara terbuka. Jika ada kesalahan akui dan pertanggungjawabkan. Menghindari pertanyaan hanya akan memperpanjang kecurigaan dan mempercepat datangnya kebenaran.
Perlu ditegaskan praduga tak bersalah tetap berlaku bagi setiap pihak yang disebutkan sampai terbukti secara sah dan meyakinkan di pengadilan.
Hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan lain dari Bupati Qudrotul Ikhwan selain jawaban yang telah disebutkan.
Narasumber:
Andika Fortuba Ketua DPP LSM Fortuba Awak media yang meliput dan masyarakat setempat yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Sumber:
Percakapan tertulis melalui pesan singkat 6 Oktober 2026 pernyataan publik Andika Fortuba.
Pewarta: Yantoni.
.png)

.png)

