![]() |
| ungkapfakta.info |
TULANG BAWANG, 4 OKTOBER 2026 Bupati Tulang Bawang Drs. Qudrotul Ikhwan, M.M. kembali menyambut hangat kedatangan tamu di Ruang Audiensi pada Jumat (2/10/2026). Kali ini menerima pengurus Indonesian Society for Educational Evaluation (ISEE-HEPI) Cabang Tulang Bawang. Pertemuan berlangsung akrab, penuh harapan, disusun rencana kegiatan, dan dijadwalkan pengukuhan kepengurusan pada 16 Oktober 2026.
Namun sambutan yang begitu terbuka dan ramah ini justru memunculkan pertanyaan tajam di kalangan masyarakat. Mengapa organisasi baru langsung disambut dengan hangat, sementara laporan dugaan kerugian negara, penyimpangan BUMD, yang sudah masuk lebih dari satu tahun justru tidak pernah mendapat tanggapan serupa.
Lagi-lagi Ketua DPD LSM Fortuba Andika Fortuba menyampaikan kekecewaannya. "Kami tidak menolak kehadiran organisasi apa pun. Pendidikan itu penting, generasi muda memang harus dibina. Tapi kami tidak bisa berdiri diam melihat ketimpangan yang sangat menyakitkan ini. Organisasi baru datang disambut langsung oleh Bupati. Mendengar rencana program dengan saksama. Menjanjikan dukungan penuh. Mengatur jadwal pengukuhan kepengurusan. Komunikasi terbuka, hangat, teratur. Sementara kami yang melaporkan miliaran rupiah yang hilang, minyak rakyat ditimbun, BUMD yang dikelola sembarangan kami tak pernah dipanggil, tak pernah ditanya, tak pernah dipertemukan."
Laporan masuk lebih setahun belum ada jawaban resmi. Dana penyertaan modal BUMD raib tidak ada penjelasan tidak ada tindakan pimpinan daerah. Sidak di SPBU BUMD dilakukan tidak ada pengumuman hasilnya. Desakan pertanggungjawaban dijawab dengan diam.
"Apakah hanya yang datang membawa rencana kegiatan yang disambut? Lalu yang datang membawa laporan kerugian rakyat mereka dibiarkan menunggu berbulan-bulan tanpa kabar? Ini bukan cara memimpin. Ini cara memilih siapa yang didengar dan siapa yang diabaikan." tegas Andika Fortuba.
Tujuan ISEE-HEPI mengembangkan pendidikan patut didukung. Namun Andika Fortuba mengingatkan anak-anak tidak bisa belajar tenang jika orang tuanya kesulitan membeli BBM. Generasi muda tidak akan berkembang di daerah yang uang rakyatnya dikorupsi dan tidak ada yang bertanggung jawab.
"Lomba pidato dan cerdas cermat itu baik. Tapi pendidikan yang sesungguhnya dimulai dari keteladanan pemimpin. Jika pemimpin menyambut tamu baru dengan hangat, tapi menutup pintu bagi rakyat yang melapor kerugian pelajaran apa yang dipelajari anak-anak Tulang Bawang? Bahwa yang benar itu yang pandai bicara, bukan yang jujur?"
"Jangan bangun gedung pendidikan di atas ketidakadilan. Tidak akan kokoh. Tidak akan langgeng. Bereskan dulu yang dipertanyakan ke mana uang rakyat, siapa yang melindungi penimbunan minyak, mengapa Kejari Menggala diam saja. Setelah itu barulah kita bicara kemajuan generasi muda."
Masyarakat tidak menuntut penolakan terhadap organisasi apa pun. Yang diminta sangat sederhana. "Berlaku adil. Jika satu pintu dibuka lebar untuk tamu, jangan tutup rapat pintu bagi rakyat yang meminta pertanggungjawaban. Jika ada waktu mendengar rencana kegiatan, harus ada waktu juga untuk menjawab tuduhan kerugian negara. Itu bukan permintaan berlebihan itu kewajiban pimpinan."
"Bupati Anda menyambut mereka dengan senyum dan janji dukungan. Sekarang kami tanya Anda dengan lurus, kapan Anda menyambut kami untuk menjelaskan ke mana perginya dana penyertaan modal BUMD? Kapan Anda memastikan Kejari Menggala tidak menutup kasus ini?"
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari Bupati Tulang Bawang terkait pertanyaan-pertanyaan tersebut.
Narasumber:
Ketua DPD LSM Fortuba Andika Fortuba
Sumber: Siaran pers Pemkab Tulang Bawang 2 Oktober 2026, laporan dugaan penyimpangan BUMD, keterangan warga
Pewarta: Yantoni
.png)

.png)

