Tulang Bawang Barat-Sejumlah Tokoh Masyarakat Tulangbawang Barat, propinsi Lampung, Menyoroti Kondisi Kantor Bupati Setempat yang terkesan tidak miliki perawatan.
Sementara, penelusuran tim media di lokasi perkantoran Pemkab setempat di temui disejumlah titik kerusakan pada beberapa area.
Bagaimana tidak, sorotan yang menuai Kritikan pedas Tersebut di sampaikan salah satu tokoh lantaran di nilai pemerintah daerah terkesan tidak miliki rasa tanggung jawab serta menimbulkan tanda tanya besar.
"Kantor dibangun dengan desain arsitektur unik yang memadukan ornamen adat "Megou Pak Tulang Bawang" Gedung terdiri dari tiga lantai dengan luas sekitar 9.049 meter persegi, pembangunan memakan waktu selama tiga tahun dengan menelan biaya mencapai Rp.45 miliar.," kata tokoh masyarakat pada Rabu(27/08/2025)
Tidak mungkin menurut tokoh masyarakat bangunan yang terkesan mengah dan indah tersebut pemerintah setempat tidak memiliki anggaran perawatan.
“Sangat prihatin dan miris sekali melihat kantor Bupati seperti ini. Sebagai masyarakat Tubaba kami malu, apalagi kalau ada tamu dari luar daerah datang ke kantor ini, jadi kami sebagai tokoh masyarakat mempertanyakan kemana anggaran perawatan gedung selama ini,"cetus salah seorang tokoh.
Dari hasil pantauan di temui sejumlah titik kerusakan yaitu,
-halaman kantor terlihat penuh rumput dan kotor, cat dinding gedung mulai mengelupas,
-pendopo parkiran mobil dinas Bupati dan Wakil Bupati mengalami kerusakan pada bagian atap plafon.
-Toilet umum sudah banyak yang tidak berfungsi
- tangga lift nya sejak awal pembangunan memang tidak berfungsi, terkesan hanya menghambur-hamburkan APBD.
Di tambah lagi dengan kondisi beberapa ruangan bagian yang berada di sekretariat kantor Bupati Setempat, terlihat bocor dengan plafon yang berlubang rusak terkesan dibiarkan begitu saja.
Oleh sebab itu, Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata dalam melakukan tindakan. Bukan hanya demi menjaga citra daerah di mata publik akan tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab atas aset daerah yang dibangun dengan biaya besar dari uang rakyat.
Sampai berita ini di terbitkan pihak pemerintah bagian umum Pemkab Tubaba belum berhasil di konfirmasi serta memberikan tanggapan.(San).
.png)

.png)
