• Jelajahi

    Copyright © Ungkap Fakta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    IKLAN HUT SELAYAR

    IKLAN HUT SELAYAR

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Ormas MB-PKRI Candasena Dan Masyarakat Bersatu Putar Balik Angkutan Batu Bara Di Tanjung Enim Kecamatan Lawang Kidul

    Sabtu, 08 November 2025, November 08, 2025 WIB Last Updated 2025-11-08T16:01:41Z
    masukkan script iklan disini



     


    MEDIA UNGKAP FAKTA INFO//Muara Enim Sumsel--Tanjung Enim, Sabtu malam (8 November 2025) — Puluhan anggota Organisasi Masyarakat MB PKRI CANDASENA Muara Enim bersama sejumlah warga Tanjung Enim melakukan aksi spontan memutarbalikkan truk-truk pengangkut batu bara yang melintas di jalan umum wilayah kota Tanjung Enim.


    Aksi ini menjadi bentuk protes dan peringatan keras terhadap angkutan batu bara yang diduga beroperasi di luar jalur khusus dan mengganggu kenyamanan masyarakat.


    Kegiatan berlangsung sekitar pukul 21.00 WIB di kawasan pusat kota Tanjung Enim, tepatnya di sekitar simpang BNI dan area jalan lintas utama. Dalam aksi tersebut, masyarakat dan anggota ormas terlihat menghadang dan meminta sejumlah truk batu bara untuk berputar balik karena dianggap melanggar jalur.

    Dari pengakuan salah satu driver truk, muatan batu bara tersebut berasal dari PT DBU dan PT WSL.


    Ketua MB PKRI CANDASENA Muara Enim, Amat Nangwi Jangkuk, menjelaskan bahwa aksi ini bukan bentuk anarkisme, melainkan bentuk kepedulian sosial terhadap keresahan masyarakat akibat aktivitas angkutan batu bara yang tidak mematuhi aturan.


    > “Kami tidak menolak kegiatan pertambangan, tetapi kami menolak keras truk-truk batu bara yang melintas di jalan umum, apalagi pada malam hari. Warga terganggu oleh kebisingan, debu, dan risiko kecelakaan yang meningkat,” ujar Amat Nangwi Jangkuk di lokasi aksi.


    Menurut Jangkuk, kehadiran truk-truk batu bara di jalur umum Tanjung Enim sudah berulang kali terjadi, meskipun pemerintah telah menetapkan jalur khusus angkutan batu bara agar tidak mengganggu pemukiman warga.


    > “Kami sudah sering mengingatkan dan melaporkan hal ini. Tapi karena tidak ada tindakan tegas, malam ini masyarakat dan anggota ormas turun langsung memberikan peringatan,” tambahnya.


    Dalam aksi tersebut, tampak aparat kepolisian hadir di lapangan untuk mengawal dan menjaga ketertiban agar situasi tetap kondusif. Koordinasi antara petugas, anggota ormas, dan masyarakat dilakukan di sekitar halaman Kantor BNI Tanjung Enim, yang menjadi titik kumpul kegiatan.

    Beberapa perwakilan ormas terlihat berdialog dengan petugas keamanan untuk memastikan aksi berlangsung damai tanpa benturan dengan pihak pengemudi truk.


    Warga sekitar menyambut positif aksi tersebut karena selama ini aktivitas angkutan batu bara di malam hari dianggap sangat mengganggu. Salah seorang warga menyebut, suara kendaraan besar dan debu dari muatan batu bara sering membuat lingkungan kotor dan mengganggu istirahat malam.


    > “Kami mendukung langkah ormas dan berharap pemerintah segera bertindak tegas, jangan hanya diam melihat pelanggaran ini,” ujar seorang warga yang turut menyaksikan kejadian.


    Amat Nangwi Jangkuk menambahkan bahwa pihaknya akan terus mengawal persoalan jalur angkutan batu bara di wilayah Muara Enim dan Tanjung Enim. Ia juga mengimbau agar semua pihak, terutama perusahaan tambang dan pihak transportir, mematuhi ketentuan jalur yang telah ditetapkan pemerintah.


    > “Kami berharap aparat dan dinas terkait segera menindaklanjuti temuan di lapangan. Jangan sampai masyarakat yang selalu menjadi korban dampak lingkungan dan keselamatan,” tegas Amat.


    Aksi berlangsung sekitar satu jam dan berakhir dengan situasi aman dan terkendali setelah dilakukan dialog antara perwakilan ormas, aparat kepolisian, dan warga. Tidak ada kericuhan dalam kegiatan tersebut, dan truk-truk batu bara yang sempat dihentikan diminta untuk tidak melintas lagi di jalur kota.


    Peristiwa ini menambah panjang daftar keluhan warga terhadap aktivitas angkutan batu bara yang masih belum tertib meski sudah ada aturan pemerintah daerah tentang pembatasan jalur operasional truk batu bara.

    Warga berharap kejadian serupa tidak terulang dan pemerintah lebih sigap dalam menegakkan aturan demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat."(Elwin/GMMB) 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    https://www.profitableratecpm.com/knzuikf5dh?key=c788dca60ab1d7a8d48523714ff94c5e