Palu – Ungkapfakta Kepala SD Inpres 3 Tatura, Delni, S.Pd., memastikan bahwa proses seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang berlangsung selama ini tidak menimbulkan gejolak di lingkungan sekolah. Ia menegaskan, tidak ada pengunduran diri guru yang disebabkan oleh persoalan kesejahteraan, konflik internal, maupun ketidakpuasan terhadap kebijakan sekolah.
Menurut Delni, salah satu guru yang belum lulus pada seleksi P3K sebelumnya murni karena keterbatasan kuota, meskipun nilai yang diperoleh tergolong tinggi. Sistem seleksi nasional, kata dia, mengharuskan adanya gugur otomatis apabila jumlah pelamar melebihi kuota yang tersedia.
“Walaupun nilainya tinggi, kalau kuota sudah terpenuhi, tetap ada yang harus gugur. Itu bukan karena kinerja atau faktor lain,” ujar Delni saat ditemui, Senin (19/1/2026).
Ia menjelaskan, guru tersebut telah menyelesaikan Pendidikan Profesi Guru (PPG), sehingga masih memiliki peluang besar untuk kembali
mengikuti tahapan seleksi berikutnya. Pihak sekolah pun tetap memberikan dukungan dan ruang pengabdian secara proporsional.
Terkait penghasilan guru honorer, Delni menyebutkan bahwa sistem penggajian di sekolah disesuaikan dengan kemampuan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), yang besarannya bergantung pada jumlah peserta didik. Oleh karena itu, besaran honor antar sekolah tidak bisa disamaratakan.
“Dana BOS itu menyesuaikan jumlah murid. Kalau siswanya sedikit, tentu anggarannya terbatas dan tidak mungkin dipaksakan,” jelasnya.
Saat ini, SD Inpres 3 Tatura memiliki 361 siswa dengan total 27 tenaga kerja, terdiri dari guru, tenaga kependidikan, petugas kebersihan, dan penjaga malam. Sekitar 25 persen peserta didik berasal dari keluarga kurang mampu, termasuk anak yatim dan siswa dengan latar belakang ekonomi rendah.
Delni yang telah menjabat sebagai kepala sekolah sejak 2014 menekankan pentingnya kepemimpinan yang humanis dan komunikatif. Ia mengaku rutin memantau proses pembelajaran di kelas, bukan untuk mencari kesalahan, melainkan memastikan guru merasa diperhatikan dan didukung.
“Saya ingin guru merasa nyaman. Kalau komunikasi baik, suasana kerja sehat, maka kualitas pembelajaran
juga meningkat,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi guru terus dilakukan melalui pelatihan, komunitas belajar, serta evaluasi rutin setiap bulan. Hal tersebut sejalan dengan arahan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan.
“Tujuan kami satu, bagaimana anak-anak mendapatkan pembelajaran terbaik dan guru bisa mengajar dengan tenang serta penuh semangat,” pungkas Delni SD Inpres 3 Tatura berlokasi di Jalan I Gusti Ngurah Rai No.10, Kelurahan Tatura Selatan, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Reporter",(Kul indah)
.png)
.png)
