Kalbar, Kubu Raya: Jika dihitung pakai jari, mungkin sudah puluhan kali saya melihat petugas SPBU melego BBM subsidi ke pengantri kent, drum maupun truck tertutup terpal. Bahkan praktek yang sangat merugikan rakyat miskin tersebut, justru dilakukan secara terang-terangan, " ucap warga Kubu Raya.
Ia mengatakan, penyalahgunaan BBM subsidi, pasca pertamina keluarkan sanksi, bukannya turun drastis, tetapi semakin gila. Contohnya, informasi yang berkembang dimasyarakat menyebutkan bahwa SPBU 65.783.01 Rasau Jaya menimbun BBM subsidi dan dijual lagi dengan harga tinggi ke penampung ilegal.
" Terlepas benar atau tidak, yang pasti peluang pendapatan untung gede itu memang terlalu sulit untuk dipungkiri dan dihindari oleh SPBU manapun. Apalagi praktek can tepi tersebut, terbukti mampu menambah pendapatan kilat dan bisa bikin dompet gemuk mendadak, " ungkap pemilik motor Beat, usai antri beli bensin ketengan, Rp. 10 ribu rupiah.
Didepan umum, lanjutnya, tanpa ada rasa kuatir terhadap mata masyarakat, Pemkab, Polres maupun pertamina, pola kotor tadi berani dilakukan. Bagi mereka, semuanya itu No problem.
" Disinilah menjadi tugas polisi untuk melakukan penyelidikan yang lebih dalam terhadap indikasi-indikasi diatas, sehingga masyarakat miskin tidak terus dirugikan oleh pemilik SPBU yang cuma mikirin untung jumbo.
" Bila perlu, aparat polisi memasang cctv dilokasi secara diam-diam, guna membuktikan informasi siapa yang bisa dipercaya, omongan masyarakat atau pemilik SPBU, " tegasnya seraya menyarankan Polda Kalbar.(007/ D.Arifin)
.png)

.png)
