Jakarta – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyiapkan strategi baru dalam pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2026 dengan memanfaatkan teknologi udara. Pengawasan lalu lintas akan diperkuat melalui penggunaan VTOL (Vertical Take-Off and Landing) serta ETLE Drone guna memantau kondisi arus kendaraan secara real-time.
Langkah ini diterapkan untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan, khususnya di sejumlah titik rawan kepadatan seperti Tol Fungsional Bogor–Ciawi–Sukabumi (Bocimi) ruas Parungkuda–Karang Tengah. Dengan dukungan pemantauan dari udara, petugas dapat lebih cepat mengambil keputusan dalam menerapkan rekayasa lalu lintas apabila terjadi peningkatan arus kendaraan.
Selain pengawasan berbasis teknologi, Korlantas juga menyiapkan skema pemecahan arus kendaraan melalui jalur tol fungsional dan jalur arteri nasional. Strategi ini diharapkan mampu mendistribusikan kendaraan secara merata sehingga tidak terjadi penumpukan di satu titik.
Dalam periode mudik dan balik Lebaran 2026, kendaraan sumbu tiga juga akan dibatasi operasionalnya guna mengurangi kepadatan serta meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pengamanan dalam Operasi Ketupat 2026.
Korlantas menegaskan bahwa kombinasi teknologi modern dan pengaturan lalu lintas terpadu menjadi kunci kelancaran arus mudik tahun ini. Masyarakat diimbau untuk selalu mematuhi arahan petugas di lapangan serta mempersiapkan perjalanan dengan baik demi keselamatan bersama.
TH
.png)


.png)
