MOJOKERTO – ungkapfakta.info || Sekolah Polisi Negara (SPN) Bangsal Mojokerto menggelar kegiatan Pembinaan Mental dan Spiritualitas untuk peserta didik Brimob pada Minggu (22/2/2026) pukul 16.00 WIB di area kompleks institusinya. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk membangun karakter polisi yang humanis, berintegritas, serta memiliki jiwa empati sejak tahap pendidikan.
Acara menghadirkan dua narasumber berpengalaman dalam pembinaan moral dan kebangsaan, yaitu Iptu Hari Tjahjono, SH., Pamin II Instruktur SPN Polda Jatim, dan Andre Yulius, MH., yang populer dikenal sebagai "Dokter Idola Rakyat". Keduanya juga aktif terlibat dalam kegiatan pembinaan di Majelis GIA Mojosari Mojokerto dan memiliki komitmen kuat dalam penguatan nilai-nilai spiritual serta kebangsaan bagi aparat penegak hukum.
Dalam pemaparannya, Iptu Hari Tjahjono menegaskan bahwa keunggulan anggota Brimob tidak hanya bergantung pada kemampuan fisik, kedisiplinan, dan keterampilan teknis semata. "Brimob sebagai garda terdepan dalam menghadapi situasi krusial perlu memiliki keseimbangan antara ketegasan dan empati. Tanpa empati, penegakan hukum berpotensi kehilangan sisi kemanusiaannya yang sangat penting," ucapnya saat berbicara di depan para peserta didik.
Menurutnya, empati menjadi dasar yang tak terpisahkan dalam pelaksanaan tugas, terutama ketika berinteraksi dengan masyarakat yang menghadapi kondisi sosial yang kompleks dan penuh tantangan. Sikap profesional harus selalu diimbangi dengan kepekaan sosial agar kehadiran aparat kepolisian benar-benar dirasakan sebagai pelindung dan pengayom bagi seluruh masyarakat.
Sementara itu, dr. Andre Yulius menguraikan bahwa keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual merupakan hal yang krusial bagi setiap anggota aparat penegak hukum. Ia menegaskan bahwa empati bukanlah tanda kelemahan, melainkan kekuatan moral yang mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). "Dengan empati, anggota Brimob dapat lebih memahami kondisi psikologis masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan. Hal ini akan menjadi dasar yang kuat untuk mempererat hubungan harmonis antara aparat dan rakyat," jelasnya.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan mengadakan sesi dialog, diskusi antar peserta, serta refleksi bersama mengenai nilai-nilai etika profesi dan pengabdian kepada bangsa. Para peserta didik diajak menyadari bahwa setiap tindakan yang mereka lakukan di lapangan memiliki dampak luas terhadap masyarakat, sehingga setiap keputusan yang diambil harus selalu berdasarkan tanggung jawab moral dan kesadaran akan peran penting mereka bagi nusa dan bangsa.
Melalui pembinaan ini, SPN Bangsal Mojokerto berharap dapat mencetak generasi baru Brimob yang tidak hanya tangguh dan profesional dalam menjalankan tugas, tetapi juga memiliki kepedulian mendalam serta karakter Bhayangkara yang humanis dan berintegritas tinggi. Pembinaan mental dan spiritualitas yang dilakukan secara berkelanjutan dipercaya sebagai kunci utama untuk mewujudkan visi tersebut.
(Wpd)

.png)

.png)

