KALBAR: Beberapa merk rokok helium ilegal penuh dipasar Kalbar. APH dan Bea Cukai pantas dicurigai. Pintu Gerbang perbatasan yang dijaga ketat oleh 3 pionir pengamanan, lewat ilmu dermawan, mampu dijebol para penyelundup tanpa ada hambatan apapun.
Torehan prestasi yang diraih Tauke Gendut, kata warga Kota Pontianak, semua berkat strategi " Jatah Multi Level Marketing " sebagai konsep pemasaran perusahaan dan kerja sama yang baik dari berbagai pihak.
" Lihat saja, hampir disetiap tempat, mulai dari toko kampung, kedai ketengan, ruko mini dan warung alakadarnya, rokok helium ilegal dengan kemasan berbeda, ciptaan pabrik siluman, bebas diperjual belikan secara aman dan tentram, " terangnya.
Proses masuk dan distribusi yang begitu drastis, sambungnya, menjadi tamparan keras bagi Polda, TNI serta Bea dan Cukai. " Mudah benar ya mereka menerobos pintu keamanan sekaligus mengusai siapa dan apapun, " tanyanya heran.
Pendapat lain menyebut, Jujur, saya belum pernah mendengar Alau gendut, pengusaha rokok tanpa pita cukai resmi, ditangkap dan diproses kepengadilan. Kalau dimeja perundingan mungkin banyak, hanya tidak ketahuan, " ujar Patih, Kordinator Jaringan Aspirasi Indonesia.
Ia meminta pihak Aparat Hukum tidak main-main dengan persoalan barang ilegal ini, mengingat mayoritas para pemilik piawai dan ahli dalam melakukan penyeludupan.
Patih mengingatkan, bisa saja, setelah rokok ilegal berhasil masuk , tidak menutup kemungkinan barang lain yang lebih berbahaya, juga ikut masuk, karna dianggap terlalu mudah untuk menerobos wilayah Kalbar.
Makanya kita berharap Pangdam, Kapolda maupun Lembaga Costum, selaku pemilik wilayah, benar-benar menjalankan tupoksinya guna menghindari dan mengantisipasi strategi para penyeludup yang sering berhasil dari pada gagalnya.(007/D.Arifin)

.png)

.png)
