Jakarta — Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti terus memperkuat dukungannya terhadap gerakan edukasi lingkungan yang melibatkan generasi muda. Dukungan tersebut diwujudkan melalui kolaborasi dengan Green Generation Indonesia dalam kegiatan pembelajaran pengelolaan sampah yang digelar pada Minggu, 8 Maret 2026 di Bank Sampah Budi Luhur.
Kegiatan yang berlangsung pada pukul 15.00 hingga 19.30 WIB ini dirancang sebagai ruang belajar interaktif bagi generasi muda untuk memahami pentingnya pengelolaan sampah secara berkelanjutan. Sebanyak 20 peserta berusia 17 hingga 20 tahun mengikuti program Eco Learning Journey, yang menggabungkan pembelajaran, diskusi, serta praktik pengelolaan sampah.
Melalui kegiatan ini, peserta dikenalkan pada berbagai pendekatan pengelolaan sampah berbasis komunitas, termasuk pemanfaatan maggot sebagai solusi pengolahan sampah organik yang semakin berkembang di berbagai daerah.
Selain materi edukatif, kegiatan ini juga menghadirkan Chika Diata, Puteri Indonesia DKI Jakarta 4, yang berbagi pengalaman dan inspirasi mengenai pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga lingkungan.
Ketua Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti, Julian Bongsoikrama, B.A., M.Sc. menilai bahwa kegiatan edukasi seperti ini memiliki peran penting dalam membangun kesadaran lingkungan sejak usia muda.
“Generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak perubahan. Melalui kegiatan edukatif seperti ini, mereka dapat memahami isu lingkungan secara lebih komprehensif sekaligus belajar menerapkan solusi nyata,” kata Julian.
Ia juga menekankan bahwa kolaborasi antara lembaga pendidikan dan komunitas lingkungan menjadi salah satu langkah penting dalam memperluas gerakan kepedulian lingkungan di masyarakat.
Dengan adanya kegiatan ini, Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti berharap semakin banyak anak muda yang memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan serta mampu mengambil peran aktif dalam pengelolaan sampah di lingkungannya.

.png)

.png)

