Www.ungkapfakta.com Musi Banyuasin,— Gelombang kekecewaan publik akhirnya mencapai titik didih. Koalisi LSM, Ormas, Pers, dan Mahasiswa Musi Banyuasin secara terbuka akan menyerukan aksi demonstrasi damai yang akan digelar di Gedung DPRD Muba, Senin (13/04/2026).
Seruan ini bukan sekadar ajakan, melainkan peringatan keras atas kondisi infrastruktur yang dinilai kian amburadul dan terabaikan.
Dalam seruan moralnya, koalisi mendesak Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk turun langsung ke Musi Banyuasin guna melihat kondisi nyata di lapangan.
Jalan nasional hingga jalan desa disebut rusak parah, berlubang, berlumpur, bahkan tak tersentuh pembangunan bertahun-tahun.
Ruas Mangun Jaya hingga perbatasan Muratara, hingga jalur Macan Sakti – Pangkalan Bulian – Tungkal Jaya sepanjang ±90 km, disebut sebagai “potret nyata kegagalan pembangunan”.
Tak hanya itu, proyek strategis seperti Jembatan Lalan kembali disorot. Setelah bertahun-tahun, pembangunan jembatan tersebut dinilai mangkrak tanpa kejelasan.
Kondisi paling memprihatinkan terjadi di Desa Ulak Embacang, Kecamatan Sanga Desa, yang disebut mengalami kerusakan jalan total hingga berlumpur parah dan memperparah status desa tertinggal.
Di sisi lain, ratusan rumah warga di Desa Epil dan Sugi Waras dilaporkan amblas akibat derasnya arus Sungai Musi, namun hingga kini belum ada langkah konkret pembangunan turap sebagai penahan.
Aksi ini dipastikan akan menjadi momentum konsolidasi besar masyarakat Muba. Koalisi mengajak seluruh elemen rakyat untuk turun dan bersuara. “Ini bukan lagi soal janji, ini soal penderitaan nyata,” tegas perwakilan massa aksi.
Dengan semangat perlawanan yang membara, seruan ini seakan menggema seperti lirik lagu Slank: “Jangan pernah menyerah, suara kita harus didengar!” — sebuah simbol bahwa rakyat tak lagi ingin diam saat ketidakadilan terus berlangsung.
( Team)
.png)

.png)
