Bersama Tim Ketua LSM Maung: Terkesan Penuh Hikmat Sejarah Wisata Bukit Kelam Permai Kabupaten Sintang
Sintang,(Kalbar)-Hutan Wisata Alam Kelam permai banyak menuai sorotan sejarah atau cerita rakyat yang penuh dengan keindahannya yang begitu memukau bagi para pengunjung pecinta Alam Wisata.
Bukit kelam berlokasi di tengah Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat,pada Rabu 13 Mei 2026.
Untuk menempuh Wisata Bukit Kelam tersebut berjarak sekitar 20 km dari Kota Sintang dengan waktu tempuh 1 jam.
Bukit Kelam terletak di Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Kelam dikelilingi oleh beberapa desa dan dusun, di antaranya:
*Desa Kebong: Salah satu desa utama di kaki Bukit Kelam, mencakup beberapa dusun seperti Dusun Kebong, Kenukut, Sebungkang, Dait, dan Jemelak Hulu.
*Desa Kelam Sejahtera: Desa yang berada di kawasan TWA Bukit Kelam.
*Desa Merpak: Wilayah yang mencakup kawasan Bukit Luit.
Desa Baning Panjang: Desa lain di Kecamatan Kelam Permai.
Secara administratif, Kecamatan Kelam Permai, tempat Bukit Kelam berada, terdiri dari 17 desa dan 60 dusun. Kawasan TWA Bukit Kelam sendiri terletak di desa Kebong, Kecamatan Kelam Permai.
Selanjutnya,selain dari pada itu adapun fenomena dari dampak positif Bukit Kelam tersebut, Hutan wisata yang terdapat berbagai tumbuhan pepohonan besar seperti pohon produktif yang menghasilkan berbagai buah seperti, Durian,Beluntan serta ada tumbuhan subur didalamnya yakni kantong semar ada di Gunung Kelam,juga terdapat Anggrek hitam. Disini dilaporkan adanya Fauna yang masih terdapat beruang madu, trenggiling, Burung walet juga terdapat pada gua-gua di kawasan gunung Kelam.
Kemudian Lebih Lanjut,dalam Hutan Wisata tersebut ada terdapat 14 urutan Jalan Salib (Via Dolorosa) merupakan tradisi perenungan kisah sengsara Yesus Kristus menuju Bukit Golgota, yang umumnya diperingati oleh umat Katolik pada masa Prapaskah dan Jumat Agung. Urutan ini menggambarkan tahapan penderitaan Yesus dari dijatuhi hukuman hingga dimakamkan.
Berikut adalah 14 perhentian Jalan Salib secara berurutan:
*Yesus dijatuhi hukuman mati
*Yesus memanggul salib
*Yesus jatuh untuk pertama kalinya
*Yesus berjumpa dengan ibu-Nya (Bunda Maria)
*Yesus ditolong oleh Simon dari Kirine
*Wajah Yesus diusap oleh Veronika
*Yesus jatuh untuk kedua kalinya
*Yesus menghibur perempuan-perempuan yang menangisi-Nya
*Yesus jatuh untuk ketiga kalinya
*Pakaian Yesus ditanggalkan
*Yesus dipaku pada kayu salib
*Yesus wafat di salib
*Yesus diturunkan dari salib
*Yesus dimakamkan
Jadi maksud dari Tradisi ini berfokus atau mengisahkan pada kasih pengorbanan Yesus, di mana setiap perhentian menjadi kesempatan untuk merenungkan penderitaan yang dilalui-Nya demi menebus dosa manusia.
Dengan Mengakhiri dari perjalanan kunjungannya bersama tim ke Hutan Wisata Bukit Kelam kabupaten sintang Ketua (DPC) bersama tim gabungan (LSM) Lembaga Swadaya Masyarakat Maung kabupaten sanggau memberi Pesan Dan Kesan yang tergugah dalam sanubarinnya yang paling dalam yakni,"saya merasa sangat terkesan sekali tidak dapat berkata- kata akan hutan wisata ini,sungguh Keagungan Tuhan yang luar biasa dan yang harus kita jaga kelestariannya,ini sungguh mengagumkan sekali,saya belum pernah mendatangi tempat Hutan wisata alam bukit kelam ini,seumur- umur baru kali ini saya berkunjung senang melihat bebagai jenis ikan didalam kolam melingkar bundar berpagar kawat,sungguh indah dipandang mata rasa ingin memancing ikan tersebut kemudian kita dibeli kita panggang bersama rekan tim,akan tetapi itu semua memang tidak bisa di lakukan karena khusus untuk menambah khiasan keindahan kolam wisata tersebut biar menarik perhatian wisatawan atau pengunjung." Paparnya.
"Ridwan menambahkan bagi Rekan anggota LSM maung dan wartawan lainnya jika yang mau berkunjung datang ke Hutan Wisata Bukit Kelam atau yang bisa disebut batu monolit ini,silahkan datang rekanku semuanya, jangan hanya berdiam diri hanya bisa makan tidur dirumah saja buat apa itu,sesekali boleh lihat tempat wisata alam bukit kelam,lihat ini panoramanya sungguh menakjubkan sekali,sungguh suatu kebanggan kita sebagai warga Kalimantan Barat bisa memiliki tempat wisata alam bukit kelam ini dengan sempurna,"ungkap Ketua DPC LSM Maung yang baru Di lantik ini.
Pewarta: Fernando Manurung.

.png)





.png)
