• Jelajahi

    Copyright © Ungkap Fakta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Bantah Isu Mangkrak, Kuwu Cempaka Cirebon Ungkap Alasan Proyek Jembatan Gantung Terlihat Sepi

    Kamis, 11 Juni 2026, Juni 11, 2026 WIB Last Updated 2026-06-11T04:09:15Z
    masukkan script iklan disini



     



    CIREBON – Pihak Pemerintah Desa Cempaka dan pelaksana proyek akhirnya angkat bicara meluruskan simpang siur terkait pembangunan jembatan gantung di Blok Cempaka RT 02 RW 02, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon. Pembangunan infrastruktur vital tersebut sempat disorot lantaran aktivitas di lokasi proyek terlihat mandek.


    Kuwu (Kepala Desa) Cempaka, Adam, menegaskan bahwa proyek tersebut tidak terbengkalai, melainkan sedang dalam tahap pengerjaan struktur di luar lokasi (workshop).


    "Lagi dikerjakan. Karena pekerjaan untuk penyetelan dilakukan di workshop, bukan di lokasi pembangunan jembatan gantung," ujar Adam saat dikonfirmasi, Kamis (11/6/2026).


    Adam menjelaskan bahwa proses penyetelan rangka jembatan di bengkel kerja tersebut diperkirakan memakan waktu sekitar dua minggu. Selain faktor teknis, kondisi cuaca yang ekstrem di lapangan juga sempat menjadi kendala utama terhentinya aktivitas fisik di lokasi.


    "Semoga pembangunan jembatan ini bisa terlaksana dengan baik. Memang karena kondisi di lapangan sedang musim hujan dan banjir, (pekerjaan) sempat berhenti," tambahnya.


    Jembatan Penghubung Vital Dua Desa

    Keberadaan jembatan gantung ini dinilai sangat krusial bagi mobilitas warga setempat. Jembatan ini nantinya akan menjadi akses utama yang menghubungkan dua desa, yakni Desa Cempaka dan Desa Kejuden.


    Adam berharap proyek ini dapat segera rampung agar manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat luas. Tanpa adanya jembatan ini, aktivitas perekonomian dan mobilitas warga terhambat karena harus memutar jalur yang cukup jauh.


    "Semoga bisa bermanfaat untuk masyarakat yang melintasi jembatan tersebut. Jembatan ini sangat penting. Kalau tidak ada jembatan, masyarakat harus memutar jauh," tutur Adam.

    Pelaksana Fokus Target Fisik 120 Hari Kerja


    Senada dengan Kuwu Adam, pelaksana kegiatan pembangunan jembatan gantung, Baroji, juga membantah narasi yang menyebut proyek tersebut mangkrak. Ia menjelaskan bahwa para pekerja saat ini tengah memfokuskan pengerjaan pada struktur utama jembatan.


    "Kegiatan di lapangan mandek karena lagi ngerjain konstruksi di bengkel. Bahan material sudah pada datang, tinggal ngeset (merakit). Nanti tinggal pemasangan di lapangan bersamaan dengan pembongkaran jembatan lama," jelas Baroji melalui pesan singkat WhatsApp.


    Ketika disinggung mengenai dinamika sosial atau administrasi yang berkembang di tingkat desa, Baroji enggan berkomentar lebih jauh. Ia memilih fokus pada tanggung jawab teknis untuk menyelesaikan target fisik bangunan agar hasilnya maksimal.


    "Biarin saja, itu tugasnya Pak Kuwu. Saya sih cuma pelaksana, takut salah ngomong. Yang penting tugas saya sebagai pelaksana menyelesaikan pekerjaan sampai selesai, dan hasilnya maksimal," tegasnya.


    Berdasarkan dokumen Bantuan Provinsi (Banprov), proyek infrastruktur ini ditargetkan selesai dalam waktu 120 hari kerja. Warga diharapkan bersabar mengingat pengerjaan terus berjalan sesuai dengan regulasi dan kontrak yang berlaku.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    https://www.profitableratecpm.com/knzuikf5dh?key=c788dca60ab1d7a8d48523714ff94c5e