Nias Utara Ungkapfakta.info
Penanganan kasus dugaan pembunuhan terhadap seorang pelajar perempuan, Agnes Jance Zebua (sebelumnya sempat disebut publik sebagai Agnis Jansen Zebua), di wilayah Alasa Talumuzoi, Kabupaten Nias Utara, hingga kini masih berjalan di tempat. Belum ditetapkannya tersangka utama di balik hilangnya nyawa korban memicu gelombang kekecewaan mendalam serta kritik keras dari berbagai elemen masyarakat terhadap jajaran Kepolisian Resor (Polres) Nias.
Berdasarkan hasil pemeriksaan forensik sebelumnya, korban dipastikan meninggal akibat tindakan kekerasan atau pembunuhan. Namun, terhitung sejak jasad korban ditemukan pada Mei 2026 lalu hingga saat ini, pihak kepolisian belum mampu mengumumkan siapa dalang utama di balik peristiwa keji tersebut.
Lambannya progres penyelidikan ini membuat publik menilai kepemimpinan Kapolres Nias dan jajarannya tidak becus serta dinilai gagal total dalam memberikan kepastian hukum dan keadilan bagi keluarga korban.
Dugaan Intimidasi Saksi dan Turun Tangannya Polda Sumut
Kekecewaan warga kian memuncak setelah penanganan kasus ini diwarnai polemik lain.
Akibat lambannya penanganan di tingkat polres, Tim dari Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) bahkan harus turun langsung ke Kepulauan Nias untuk membantu mengasistensi dan mempercepat pengungkapan fakta kasus kematian Agnes. Kehadiran tim Polda Sumut ini kian memperkuat penilaian miring publik bahwa Polres Nias tidak mampu menyelesaikan kasus kriminal yang menyita perhatian masyarakat luas ini secara mandiri dan profesional.
Desakan Evaluasi Jabatan Kapolres Nias
Tokoh pemuda dan elemen masyarakat Nias Utara secara terbuka mendesak Kapolda Sumatera Utara untuk melakukan evaluasi total terhadap jajaran kepemimpinan di Polres Nias, termasuk mendesak pencopotan Kapolres dan Kasat Reskrim jika kasus ini terus dibiarkan menggantung tanpa kejelasan.
"Kami butuh pembuktian hukum yang profesional, bukan penundaan tanpa ujung. Sudah berminggu-minggu berlalu tetapi pelaku pembunuhan Agnes belum juga diungkap. Kami meminta ketegasan Kapolda Sumut untuk mengevaluasi kinerja Kapolres Nias demi mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian," tegas salah seorang perwakilan pemuda daerah.
Hingga kini, pihak keluarga korban dan seluruh masyarakat Kepulauan Nias terus menuntut transparansi penuh dari kepolisian agar pelaku pembunuhan Agnis Jance Zebua segera ditangkap dan diadili seadil-adilnya.
(Dedizal)
.png)
.png)
