• Jelajahi

    Copyright © Ungkap Fakta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Momentum Hari Lingkungan Hidup, Kolaborasi Tanam 1.000 Mangrove di Karang-Karangan Diharapkan Sentuh Substansi Pelestarian Pesisir

    Sabtu, 06 Juni 2026, Juni 06, 2026 WIB Last Updated 2026-06-06T06:31:50Z
    masukkan script iklan disini




     



    LUWU, UngkapFakta.info – Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Desa Karang-Karangan, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, diwujudkan melalui aksi nyata penanaman 1.000 bibit mangrove yang melibatkan Pemerintah Desa Karang-Karangan, PT Bumi Mineral Sulawesi (BMS), Agrarian Sirampung Celebes (ACS), masyarakat pesisir, serta mahasiswa KKN Universitas Andi Djemma Palopo.


    Kegiatan yang mengusung tema "Aksi Peduli Pesisir, Tanam dan Jaga Mangrove" tersebut mendapat apresiasi dari berbagai kalangan karena dinilai menjadi langkah positif dalam memperkuat kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga ekosistem pesisir yang berkelanjutan.


    Kepala Desa Karang-Karangan, Asbar Idrus, menyampaikan harapannya agar kegiatan penanaman mangrove tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata, melainkan terus berlanjut sebagai bagian dari upaya bersama menjaga kawasan pesisir yang menjadi sumber kehidupan masyarakat.


    "Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut karena mangrove memiliki peran penting dalam menjaga kawasan pantai dan lingkungan hidup masyarakat pesisir," ujar Asbar Idrus.


    Sementara itu, Site Manager PT BMS, Aldin, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung program pelestarian lingkungan hidup dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.


    Di sisi lain, Direktur Agrarian Sirampung Celebes (ACS), Irwan Dedi Setiawan, S.T., menekankan bahwa mangrove memiliki nilai ekologis yang sangat penting sebagai benteng alami pesisir sekaligus warisan lingkungan bagi generasi mendatang.


    Perhatian menarik juga datang dari Ketua LSM Baladhika Adhyaksa Nusantara (BALADHIKA) DPC Luwu, Patmin Andi Rasyid, S.H., yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya Pemerintah Desa Karang-Karangan, Agrarian Sirampung Celebes (ACS), dan PT Bumi Mineral Sulawesi (BMS) atas terselenggaranya kegiatan tersebut.


    Menurutnya, kegiatan penanaman mangrove merupakan langkah yang patut didukung karena menyentuh aspek lingkungan yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat pesisir. Namun demikian, ia mengingatkan agar semangat Hari Lingkungan Hidup tidak berhenti pada kegiatan simbolik semata, melainkan benar-benar diwujudkan dalam program berkelanjutan yang memberikan dampak nyata bagi kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.


    "Kami memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Pemerintah Desa Karang-Karangan, ACS, dan khususnya PT BMS yang telah berkolaborasi melaksanakan kegiatan ini. Namun yang tidak kalah penting adalah bagaimana momentum Hari Lingkungan Hidup ini benar-benar menyentuh substansinya. Pelestarian lingkungan bukan hanya bagian dari tanggung jawab perusahaan, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan," ujar Patmin Andi Rasyid.


    Ia menambahkan bahwa kawasan pesisir Karang-Karangan memiliki nilai ekologis dan ekonomi yang sangat penting bagi masyarakat. Sebagian besar warga menggantungkan kehidupan mereka pada sektor perikanan, termasuk keberadaan ikan malaja yang selama ini dikenal sebagai salah satu identitas khas Desa Karang-Karangan, baik dari sisi sejarah maupun nilai ekonominya.


    "Kita harus memahami bahwa lingkungan yang terjaga akan berdampak langsung terhadap keberlangsungan mata pencaharian masyarakat. Ikan malaja bukan hanya komoditas ekonomi, tetapi juga memiliki nilai historis dan menjadi bagian dari identitas masyarakat Karang-Karangan. Karena itu, upaya pelestarian lingkungan pesisir harus terus diperkuat dan dilakukan secara berkelanjutan," tegasnya.


    Melalui kegiatan penanaman 1.000 mangrove tersebut, berbagai pihak berharap tumbuhnya kesadaran kolektif bahwa menjaga lingkungan pesisir bukan hanya kebutuhan hari ini, melainkan investasi jangka panjang untuk masa depan masyarakat dan generasi yang akan datang.


    (Redaksi UngkapFakta.info)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    https://www.profitableratecpm.com/knzuikf5dh?key=c788dca60ab1d7a8d48523714ff94c5e