*Maros,- Ungkap Fakta – Penerimaan Peserta Didik Baru tahun ajaran 2026 di salah satu sekolah di Kabupaten Maros berjalan ketat. Kepala Sekolah menegaskan jalur zonasi tetap jadi prioritas utama dan menolak menambah siswa di luar kuota, meski jumlah pendaftar membludak.
Hal itu disampaikan saat ditemui Awak media di ruang kerjanya, Selasa (23/6/2026) “Kalau jalur zonasi, kita utamakan anak-anak sekitar sekolah. Biarpun bagaimana, kalau tidak terverifikasi di Dapodik ya nggak bisa diterima,” tegasnya.
Saat diwawancarai di ruang kerjanya. Puluhan piala prestasi tertata rapi di lemari belakang, menunjukkan rekam jejak sekolah di bidang akademik dan non-akademik.*
Kepsek menjelaskan, pihaknya patuh pada aturan daya tampung. Satu rombongan belajar dibatasi 28 siswa sesuai ketentuan.
“Sekarang sebetulnya banyak yang daftar, tapi saya tidak mau ambil kalau bukan zonasi. Dalam satu kelas itu ketentuannya 28, jadi ukurannya segitu,” ujarnya.
Ia menambahkan, pendaftaran masih dibuka untuk mengisi kuota yang belum terpenuhi. “Kayaknya masih terbuka, jadi ada anak-anak yang baru masuk sekarang,” katanya.
Meski zonasi jadi prioritas, sekolah tetap membuka jalur prestasi sesuai regulasi. Namun hingga kini belum ada siswa dari luar zonasi yang mendaftar lewat jalur tersebut.
Menurutnya, di sekolah lain jalur prestasi memang bebas zonasi. Namun di sekolahnya, kebijakan dibuat agar pemerataan tetap terjaga.
Kepsek menekankan pentingnya keseimbangan jumlah siswa antar sekolah dan antar wilayah. Ia tidak ingin ada penumpukan siswa di satu sekolah sementara sekolah lain kekurangan murid.
Kebijakan ini diambil agar seluruh anak di sekitar sekolah tetap mendapat hak pendidikan yang sama dan kualitas pembelajaran di kelas tetap terjaga dengan rasio 28 siswa per rombel.
Jurnalist:(Kul indah)
.png)
.png)
