Nias Utara, ungkapfakta.info
23 Juli 2026 — Pembangunan irigasi yang dibiayai APBN di Desa Lauru Fadoro, Kecamatan Afulu, Kabupaten Nias Utara, kini menjadi tanda tanya besar di kalangan masyarakat. Bangunan tersebut ternyata tidak dapat berfungsi sama sekali karena sumber mata air tidak mengalir ke saluran irigasi.
Warga bertanya-tanya dengan kecewa: Mengapa pemerintah membangun irigasi ini jika akhirnya disia-siakan begitu saja? Apakah ada kelanjutan proyek ini, atau hanya akan dibiarkan terbengkalai seperti ini
Selain tidak berfungsi, bangunan irigasi tersebut juga belum diplester secara menyeluruh. Hanya bagian dalam yang diplester, sedangkan bagian luar belum diselesaikan. Masyarakat mempertanyakan: Apakah memang seperti ini rancangan dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB), atau ada pekerjaan yang tidak diselesaikan?
Petani Kesulitan Air, Sumber Mata Air Masih Jauh
Para petani sawah di desa tersebut mengeluhkan kesulitan yang mereka hadapi. Saat awak media mendatangi lokasi, warga menyampaikan keluhan mendalam: sumber mata air berada jauh di dataran tinggi, sehingga air tidak bisa mengalir masuk ke sawah mereka. Pembangunan irigasi yang diharapkan membawa solusi, justru belum memberikan manfaat sedikit pun.
Minta Pemerintah Provinsi Segera Turun Tangan
Masyarakat memohon kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara agar segera meninjau langsung kondisi bangunan irigasi tersebut. Diperlukan pengecekan menyeluruh mulai dari perencanaan, lokasi sumber air, hingga pelaksanaan pekerjaan, agar investasi negara tidak terbuang sia-sia dan petani benar-benar terbantu.
(Arosokhi war dan Team)
.png)
.png)
