Pasaman Barat-Ungkap Fakta.Info.Apa yang dilakukan masyarakat Jorong Tombang menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih hidup dan mampu menghadirkan perubahan nyata.
Tanpa menunggu pembangunan sepenuhnya dari pemerintah,masyarakat secara swadaya berhasil membangun ruas jalan Tombang–Bateh Samuik sepanjang kurang lebih 4 kilometer dengan nilai pekerjaan diperkirakan mencapai sekitar Rp1 milyar.
Pembangunan tersebut meliputi pembukaan dan peningkatan badan jalan, pembangunan beberapa gorong-gorong, serta rehabilitasi tiga unit jembatan. Berkat kerja keras dan kekompakan masyarakat, jalan yang sebelumnya sulit dilalui kini sudah dapat dilewati kendaraan roda empat.
Dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Biaya transportasi dari Kampung Tombang menuju Pasar Talu yang sebelumnya mencapai sekitar Rp150 ribu menggunakan jasa ojek kini turun menjadi sekitar Rp50 ribu. Akses yang semakin baik juga mempercepat mobilitas warga, memudahkan pengangkutan hasil pertanian, serta membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat.
Tokoh Nagari Sinuruik sekaligus putra asli Tombang, Sardi Usman Rajo Mudo, A.Md, menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan jalan ini merupakan hasil kebersamaan seluruh masyarakat yang rela menyumbangkan tenaga, waktu, dan biaya demi mewujudkan akses yang selama ini menjadi impian bersama.
Keberhasilan tersebut diharapkan menjadi perhatian pemerintah agar pembangunan jalan dapat dilanjutkan dengan peningkatan kualitas secara permanen. Dukungan pemerintah dinilai penting agar jalan Tombang–Bateh Samuik semakin layak, aman, dan mampu menjadi urat nadi perekonomian masyarakat di wilayah pedalaman.
Pembangunan jalan ini menjadi bukti bahwa ketika masyarakat bersatu, keterbatasan bukanlah penghalang untuk membangun daerah. Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga Tombang layak menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mewujudkan pembangunan yang bermanfaat bagi kepentingan bersama.
(Joni Satri)
.png)

.png)

