Sulawesi Tengah. Ungkapfakta
Pemerintah Kabupaten Buol, Provinsi Sulawesi Tengah. Memberikan apresiasi tinggi kepada tim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dari Stasiun Geofisika Gorontalo dan Stasiun Meteorologi Toli-Toli yang melaksanakan survei lapangan di wilayah Kabupaten Buol sebagai bagian dari upaya pemetaan potensi cuaca, iklim, serta risiko kebencanaan pascagempa bumi yang terjadi pada 12 Juli lalu.
Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Buol, Moh. Nasir Dj. Daimaroto, S.H., M.H., saat menerima kunjungan tim BMKG di halaman Kantor Bupati Buol yang menjadi salah satu titik sampel survei. Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati didampingi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buol, Moh. Kafi Marjuni, S.P.
Wakil Bupati menyampaikan bahwa kehadiran tim BMKG memiliki arti penting bagi Pemerintah Kabupaten Buol dalam memperkuat langkah mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana. Menurutnya, kondisi geografis Kabupaten Buol yang rawan terhadap berbagai ancaman bencana alam membutuhkan dukungan data ilmiah yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan.
"Atas nama Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Kabupaten Buol, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada jajaran BMKG Gorontalo dan Toli-Toli. Kehadiran tim untuk melakukan survei di wilayah kami merupakan langkah nyata yang sangat berharga dalam meningkatkan keselamatan masyarakat," ujar Moh. Nasir.
Ia menambahkan, hasil survei lapangan tersebut nantinya akan menjadi acuan penting bagi pemerintah daerah dalam memperkuat sistem mitigasi bencana, khususnya dalam mendeteksi secara dini ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor, maupun potensi bencana geologi akibat aktivitas kegempaan.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Buol, Moh. Kafi Marjuni, S.P., menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung penuh seluruh rangkaian kegiatan survei serta menindaklanjuti hasil kajian yang diperoleh BMKG.
Menurutnya, sinergi antara BPBD dan BMKG akan semakin memperkuat pembaruan peta kawasan rawan bencana serta pengembangan Sistem Peringatan Dini (Early Warning System) hingga ke tingkat desa dan kecamatan.
"Data hasil survei BMKG Gorontalo dan Toli-Toli akan sangat membantu BPBD dalam bekerja secara lebih responsif dan presisi. Kami siap berkolaborasi agar seluruh proses survei berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," tegas Moh. Kafi.
Di sisi lain, Asyer Oktaf, Staf Pengamat Meteorologi dan Geofisika Stasiun Geofisika Gorontalo-BMKG, menjelaskan bahwa survei dilakukan menggunakan metode perekaman getaran alami tanah (microtremor) di permukaan.
Melalui konfigurasi titik rekam tertentu, metode tersebut mampu menggambarkan karakteristik struktur bawah permukaan tanah hingga kedalaman puluhan meter secara akurat. Data tersebut menjadi dasar penting dalam mengetahui tingkat kerentanan suatu wilayah terhadap guncangan gempa bumi.
Survei difokuskan pada kawasan permukiman penduduk dan sejumlah desa yang sebelumnya dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempa bumi pada 12 Juli lalu.
Hasil pengolahan data lapangan nantinya akan menghasilkan beberapa produk penting, di antaranya Peta Spasial Kerentanan Tanah yang memetakan zona tanah lunak hingga tanah keras di wilayah Kabupaten Buol, dokumen rekomendasi strategis bagi Pemerintah Daerah sebagai dasar penyusunan tata ruang, penerapan standar bangunan tahan gempa, serta perencanaan mitigasi bencana jangka panjang, dan laporan kompilasi yang akan diintegrasikan dengan BMKG Pusat di Jakarta untuk memperbarui basis data kegempaan nasional.
Selain melakukan survei mikroseismik, tim BMKG juga melaksanakan koordinasi dan sosialisasi kepada jajaran pemerintah daerah serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Buol. Sosialisasi tersebut mencakup penyampaian informasi terkini mengenai aktivitas gempa susulan (aftershocks), perkembangan kondisi lapangan, serta data kerusakan akibat gempa.
BMKG juga mengimbau masyarakat Kabupaten Buol agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Masyarakat diharapkan selalu memperoleh informasi resmi mengenai aktivitas kegempaan melalui BMKG maupun BPBD Kabupaten Buol, sehingga dapat menghindari penyebaran berita bohong (hoaks) yang berpotensi menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.
Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Buol, BPBD, dan BMKG, diharapkan upaya mitigasi bencana dapat semakin diperkuat sehingga mampu meningkatkan kesiapsiagaan daerah serta memberikan perlindungan yang lebih optimal bagi seluruh masyarakat Kabupaten Buol.
Rl
.png)

.png)
