Garut| UngkapFakta (Jumat, 18 September 2026) — SMKN 12 Garut menunjukkan komitmen nyata terhadap kepedulian lingkungan melalui Aksi Ekologi dalam rangka World Cleanup Day (WCD) 2026. Seluruh warga sekolah didorong untuk tidak sekadar berbicara tentang kebersihan, tetapi turun langsung menjaga dan menata lingkungan sekolah.
SMKN 12 Garut mendukung penuh dan merespons secara konkret arahan Gubernur Jawa Barat serta Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat melalui pelaksanaan Aksi Ekologi World Cleanup Day 2026. Dukungan tersebut diwujudkan dengan menggerakkan warga sekolah untuk melakukan pembersihan dan penataan lingkungan sekolah. Bagi SMKN 12 Garut, arahan tersebut tidak berhenti sebagai instruksi administratif, tetapi diterjemahkan menjadi aksi nyata di lingkungan satuan pendidikan, sekaligus sarana membangun kesadaran dan karakter peduli lingkungan pada peserta didik.
Pelaksanaan kegiatan berpedoman pada Nota Dinas Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Nomor 37046/TU.04/SEKRE tanggal 17 September 2026 tentang Kegiatan World Cleanup Day 2026, yang menindaklanjuti surat Country Lead River Cleanup Indonesia mengenai kolaborasi kegiatan WCD dan Sosialisasi Aksi Ekologi.
Dalam arahan tersebut, satuan pendidikan jenjang SMA, SMK dan SLB didorong melaksanakan deep cleaning lingkungan sekolah secara serentak pada Jumat, 18 September 2026, dengan melibatkan peserta didik serta tetap memperhatikan keselamatan selama kegiatan.
,
Dampak Langsung bagi Peserta Didik
Aksi Ekologi tidak hanya berdampak pada kondisi fisik lingkungan sekolah. Keterlibatan peserta didik memberikan pengalaman pembelajaran langsung tentang tanggung jawab, disiplin, gotong royong, kepedulian, dan pentingnya menjaga fasilitas bersama.
Peserta didik tidak hanya mendapatkan pemahaman secara teori, tetapi terlibat langsung dalam membersihkan dan menata lingkungan yang mereka gunakan setiap hari. Dari sinilah diharapkan tumbuh kebiasaan untuk menjaga kebersihan secara konsisten, termasuk kesadaran bahwa persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama.
Lingkungan sekolah yang bersih dan tertata juga menciptakan suasana yang lebih nyaman untuk kegiatan belajar. Namun, target utama aksi tersebut bukan semata-mata lingkungan yang bersih pada hari pelaksanaan, melainkan perubahan perilaku peserta didik agar kepedulian terhadap lingkungan terus terbawa dalam kehidupan sehari-hari.
KCD XI: Jangan Berhenti pada Seremonial
Kepala KCD Wilayah XI, Shanty Kurnia Dewi, M.Pd., menyampaikan bahwa World Cleanup Day harus menjadi momentum untuk membangun kesadaran lingkungan yang berkelanjutan.
“Yang paling penting bukan hanya lingkungan sekolah menjadi bersih, tetapi tumbuh kesadaran warga sekolah untuk menjaga kebersihan secara konsisten dan berkelanjutan,” ungkap Shanty.
Pesan tersebut mempertegas bahwa aksi lingkungan di sekolah harus bergerak dari kegiatan sesaat menjadi budaya dan kebiasaan sehari-hari.
Heryatno: Kebersihan Tanggung Jawab Bersama
Kepala SMKN 12 Garut, Heryatno, S.Pd., MM., M.Si., MCE., menegaskan bahwa kebersihan sekolah bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas kebersihan.
“Kebersihan bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan. Ini tanggung jawab seluruh warga sekolah. Karena itu, aksi ekologi harus menjadi gerakan bersama dan dilakukan secara berkelanjutan,” tegasnya.
Menurut Heryatno, Aksi Ekologi WCD 2026 menjadi bagian dari pendidikan karakter di sekolah.
SMKN 12 Garut Beraksi — bukan sekadar mengangkat sampah, tetapi menanamkan kesadaran, tanggung jawab, dan kepedulian lingkungan kepada generasi muda.
UngkapFakta Garut - Menyuarakan kebenaran, Mengawal Kebijakan Pendidikan
.png)

.png)

