• Jelajahi

    Copyright © Ungkap Fakta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Dana Rp986 Juta Sudah Cair Sebulan, Pembangunan SDN 01 Tiu Toh Baru Berjalan Dua Minggu, Kepala Tukang Ungkap Penyebab Keterlambatan

    Rabu, 30 September 2026, September 30, 2026 WIB Last Updated 2026-09-30T06:11:04Z
    masukkan script iklan disini




    TULANG BAWANG, 30 SEPTEMBER 2026 Proyek revitalisasi SD Negeri 01 Tiu Toh, Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulang Bawang, yang bernilai Rp986.000.000 bersumber APBN Tahun 2026, ternyata baru berjalan dua minggu. Padahal dana sudah seharusnya digunakan dan pekerjaan sudah berlangsung selama satu bulan penuh. Hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala Tukang Krusman saat dimintai keterangan di lokasi, Rabu (30/09).

     

    "Sebenarnya sudah seharusnya berjalan satu bulan ini, tapi baru dua minggu ini kami kerjakan," ujar Krusman.

     

    Pengakuan ini memunculkan pertanyaan mendasar: ke mana perginya dana selama tiga minggu pertama yang berlalu tanpa pekerjaan? Siapa yang menahan pelaksanaan proyek tersebut? Mengapa penyaluran dana tidak diikuti langsung dengan pelaksanaan di lapangan?

     

    Papan proyek yang terpasang jelas mencantumkan kegiatan ini dikelola oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan SD Negeri 01 Tiu Toh. Jika waktu pelaksanaan tertunda tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan, maka ada yang tidak beres dalam pengelolaan maupun pengawasan proyek ini.

     

    Masyarakat mempertanyakan peran kepala sekolah, panitia pembangunan, serta Dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang. Apakah ada keterlambatan penyaluran? Atau justru ada pihak yang memegang kendali dana namun tidak segera menyalurkannya untuk pekerjaan? Setiap hari yang berlalu tanpa kemajuan adalah kerugian bagi anak-anak yang menunggu fasilitas layak.

     

    Hingga saat ini belum ada penjelasan resmi dari pihak sekolah maupun pemerintah daerah terkait keterlambatan tersebut. Masyarakat mendesak Kejaksaan Negeri Tulang Bawang, Kejaksaan Tinggi Lampung, hingga KPK untuk meneliti alur pencairan dan penyerapan anggaran ini. Buka kapan dana masuk, kapan dibayarkan kepada pelaksana, dan siapa yang bertanggung jawab atas keterlambatan tersebut.

     

    Uang rakyat tidak boleh diam di tangan siapa pun. Pekerjaan untuk pendidikan anak-anak harus berjalan tepat waktu, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan setiap rupiahnya.

     

    Sumber: Keterangan Kepala Tukang Krusman, pantauan lapangan, papan informasi proyek


    Pewarta: Yantoni

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    https://www.profitableratecpm.com/knzuikf5dh?key=c788dca60ab1d7a8d48523714ff94c5e