![]() |
| ungkapfakta.info |
TULANG BAWANG — Kata-kata keras dan sikap berani yang kerap diucapkan Bupati Qudrotul Ihwar, Wakil Bupati Hankam Hasan, serta Sekretaris Daerah Ferli ternyata hanya di mulut saja. Di depan rakyat tampak tegas, di dalam pengelolaan keuangan daerah justru diam seribu bahasa. Selama satu tahun penuh, dugaan kerugian besar di BUMD Tulang Bawang dibiarkan berjalan tanpa pemeriksaan yang serius, tanpa penjelasan yang terbuka, tanpa pertanggungjawaban apa pun.
Andika Fortuba, Ketua DPP LSM Fortuba, menegaskan secara lantang. "Di mana kerasnya kalian? Di mana beraninya kalian? Kalian lantang bicara di depan, tapi saat soal uang rakyat yang hilang, kalian justru bungkam. Satu tahun berlalu, BUMD merugi, rakyat bertanya, kalian lindungi siapa? Apakah kalian takut? Atau kalian ikut terlibat?"
Andika Fortuba Fakta ini yang tidak bisa kalian bantah. Pertama, Qudrotul Ihwar selaku pimpinan tertinggi daerah jika tidak ada yang salah, mengapa tidak diperiksa? Jika bersih, mengapa tidak buka semua catatan keuangan? Mengapa dibiarkan satu tahun tanpa kejelasan?
Kedua, Hankam Hasan selaku Wakil Bupati tugas membantu menjaga tertib daerah. Mengapa ikut diam saat BUMD dikelola tidak transparan? Apakah tidak tahu, atau tahu tapi pura-pura tidak melihat?
Ketiga, Ferli selaku Sekretaris Daerah memegang kendali administrasi dan keuangan. Semua laporan ada di meja Anda. Mengapa tidak ada laporan yang disampaikan kepada publik? Mengapa dokumen ditutup-tutupi?
Qudrotul Ihwar takut pada siapa? Atau terlibat di dalamnya?
Hankam Hasan diam karena tidak tahu, atau diam karena bagian dari itu?
Ferli menyembunyikan apa di balik catatan yang tidak ditunjukkan?
Kalian bilang berani. Maka buktikan. Buka semua laporan BUMD. Panggil pihak yang mengelola. Jelaskan ke mana perginya uang rakyat. Jika tidak bisa, maka semua kata keras kalian hanyalah omong kosong. Jika tidak berani, maka rakyat berhak menduga kalian diam karena punya kepentingan yang sama.
Masyarakat Tulang Bawang menuntut Kejaksaan Tinggi, Inspektorat Daerah, dan BPK segera turun. Panggil Qudrotul Ihwar, Hankam Hasan, dan Ferli. Telusuri setiap rupiah yang hilang. Kata berani tidak cukup yang dibuktikan dengan tindakan. Kalian belum membuktikan apa-apa.
Satu tahun sudah terlalu lama untuk sekadar diam. Rakyat tidak akan lupa.
Pewarta: Yantoni
.png)

.png)

