![]() |
| ungkapfakta.info |
TULANG BAWANG — Sudah genap satu tahun sejak Andika Fortuba, Ketua DPP LSM Fortuba, menyampaikan laporan resmi terkait dugaan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak bersubsidi di Kabupaten Tulang Bawang. Namun hingga kini, tidak ada tindakan tegas, tidak ada pemeriksaan yang tuntas, tidak ada pertanggungjawaban. Yang justru terlihat adalah pembiaran dari puncak pimpinan daerah Bupati Qudrotul Ihwar yang seolah membiarkan pelanggaran berlangsung tanpa campur tangan apa pun.
Lokasi tempat pengelolaan dan penyaluran BBM tersebut kini dibiarkan tidak terurus. Atap bocor di banyak bagian, bangunan tidak mendapat perawatan, fasilitas yang seharusnya dijaga justru terabaikan. Kondisi ini memperkuat dugaan bahwa tempat itu hanya dijadikan kedok sementara. Setelah dimanfaatkan untuk keuntungan segelintir orang, dibiarkan begitu saja tanpa tanggung jawab apa pun.
Andika Fortuba menegaskan, "Satu tahun sudah berlalu sejak laporan ini disampaikan. Bupati mengetahui, dinas terkait mengetahui, namun tidak ada yang bertindak. Jika tidak ada yang salah, mengapa tidak diperiksa? Jika memang benar, mengapa dibiarkan hancur begini? Ini bukan sekadar kelalaian ini sengaja diabaikan."
Menurut Andika Fortuba ini Fakta yang tidak dapat disangkal. Red
Pertama, BBM bersubsidi adalah milik rakyat yang diatur ketat peruntukannya. Khusus untuk warga yang berhak, bukan untuk dialihkan, dijual kembali, atau disalahgunakan ke jalur lain. Jika hal itu terjadi, maka itu merugikan seluruh masyarakat.
Kedua, laporan telah masuk sejak satu tahun lalu. Bupati Qudrotul Ihwar selaku pemimpin tertinggi wajib menindaklanjuti, memeriksa, dan melaporkan hasilnya kepada publik. Namun yang terjadi justru keheningan. Tidak ada klarifikasi, tidak ada penindakan.
Ketiga, tempat yang dibiarkan rusak membuktikan bahwa pengelolaannya bukan untuk pelayanan jangka panjang, melainkan pemanfaatan sesaat. Setelah tujuannya tercapai, dibiarkan tanpa peduli. Ungkap Andika Fortuba
Pertanyaan yang menuntut jawaban,
Bupati Qudrotul Ihwar mengapa laporan ini didiamkan satu tahun penuh? Siapa yang diuntungkan? Mengapa tidak ada pemeriksaan? Apakah ada pihak yang dilindungi? Kepada aparat penegak hukum mengapa belum ada langkah nyata?
Masyarakat Tulang Bawang menuntut Pertamina Patra Niaga, Dinas Perdagangan, Kepolisian, dan Kejaksaan segera tuntaskan laporan Andika Fortuba. Periksa catatan penyaluran, telusuri ke mana BBM itu mengalir, panggil pihak yang mengelola dan yang mengawasi. Jangan biarkan waktu menghapus jejak kebenaran.
Satu tahun sudah terlalu lama untuk sekadar diam. Kebenaran harus terungkap sekarang.
Pewarta: Yantoni
Tanggal: 21 September 2026
.png)

.png)

