• Jelajahi

    Copyright © Ungkap Fakta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Qudrotul Ikhwan Diduga Kebakaran Jenggot, Kirim Orang Hentikan Pemberitaan Andika Fortuba Ini Bukti Ada Yang Ditutupi

    Rabu, 30 September 2026, September 30, 2026 WIB Last Updated 2026-09-30T00:09:46Z
    masukkan script iklan disini



    ungkapfakta.info


     

    TULANG BAWANG, 30 SEPTEMBER 2026 Muncul dugaan kuat bahwa Bupati Tulang Bawang Drs. Qudrotul Ikhwan, M.M., diduga kebakaran jenggot seiring terus mengemukanya pemberitaan terkait dugaan penyimpangan keuangan di lingkungan Badan Usaha Milik Daerah. Alih-alih memberikan klarifikasi terbuka dan menyerahkan bukti kepada pihak berwenang, justru diduga menugaskan orang kepercayaan untuk menemui tim media dengan tujuan menghentikan seluruh peliputan dan pengungkapan fakta tersebut.

     

    Berdasarkan informasi yang diterima, orang yang ditugaskan datang secara langsung menyampaikan pesan agar pemberitaan dihentikan. Disebutkan jika pemberitaan tetap dilanjutkan, banyak pihak yang akan terkena dampak namun tidak ada penjelasan maupun sanggahan berbasis data yang disampaikan.

     

    Menanggapi hal tersebut, Ketua DPP LSM Fortuba Andika Fortuba menyampaikan tanggapan tegasnya. Red

     

    "Jika tidak ada yang salah, mengapa takut diberitakan? Jika semua berjalan sesuai aturan, mengapa harus mengirim orang untuk membungkam media? Tindakan ini bukan upaya meluruskan fakta. Ini pengakuan bahwa ada sesuatu yang ditutupi. Kebakaran jenggot bukanlah sikap seorang pemimpin yang bersih. Itu tanda ketakutan kebenaran akan terungkap sepenuhnya."

     

    Andika Fortuba menegaskan, mendatangi pihak media untuk meminta menghentikan pemberitaan justru memperkuat dugaan bahwa apa yang diungkap memiliki dasar yang nyata. Langkah yang seharusnya diambil jika merasa difitnah adalah melaporkan ke pengadilan atau menyerahkan bukti ke Kejaksaan Negeri Tulang Bawang, Kejaksaan Tinggi Lampung, maupun KPK bukan menekan agar diam.

     

    "Rakyat berhak mengetahui kebenaran. Uang rakyat bukan milik segelintir orang untuk diatur dan disembunyikan. Semakin ada tekanan untuk membungkam, semakin rakyat tahu bahwa pemberitaan ini mendekati fakta. Kami tidak akan berhenti. Justru upaya pembungkaman ini yang akan kami jadikan bagian dari fakta yang kami sampaikan kepada publik."

     

    Hingga saat ini belum ada klarifikasi resmi yang disampaikan secara terbuka oleh Bupati maupun pihak terkait. Masyarakat memantau langkah selanjutnya dan mendesak penegak hukum untuk turun menyelidiki persoalan ini secara transparan.

     

    Narasumber: Andika Fortuba Ketua DPP LSM Fortuba

    Sumber: Informasi dari pihak yang menerima kunjungan, pantauan lapangan


    Pewarta: Yantoni

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    https://www.profitableratecpm.com/knzuikf5dh?key=c788dca60ab1d7a8d48523714ff94c5e