Sulawesi Tengah.Ungkapfakta.info
Lebih dari 700 anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Sulawesi Tengah menghadiri Temu Raya III Persatuan Anggota Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia (PABPDSI) Provinsi Sulawesi Tengah yang digelar di Kabupaten Buol.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Surya Wisata, Rabu (9/9/2026), dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buol, Moh. Yamin Rahim, S.H., M.H., mewakili Bupati Buol H. Risharyudi Triwibowo, M.M.
Temu Raya tingkat Provinsi Sulawesi Tengah tersebut mengusung tema “Bersatu, Berjuang, Bermartabat”. Kegiatan ini turut dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Buol, Bupati Donggala, perwakilan Bupati Parigi Moutong, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan, serta ratusan perwakilan BPD dari berbagai kabupaten di Sulawesi Tengah.
Dalam sambutan tertulis Bupati Buol yang dibacakan Sekda, Pemerintah Kabupaten Buol menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Buol sebagai tuan rumah Temu Raya III PABPDSI se-Sulteng.
Bupati menegaskan bahwa tema “Bersatu, Berjuang, Bermartabat” memiliki makna penting dalam memperkuat peran BPD sebagai salah satu unsur penting dalam penyelenggaraan pemerintahan desa.
Bersatu, dimaknai sebagai upaya membangun kebersamaan dan memperkuat solidaritas dengan mengesampingkan perbedaan. BPD diharapkan mampu menjadi wadah penyalur aspirasi masyarakat serta menjembatani kepentingan warga dengan pemerintah desa.
Berjuang, berarti memiliki komitmen untuk terus mengawal proses pembangunan desa, menjalankan fungsi pengawasan, serta memastikan kebijakan pemerintah desa benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sementara Bermartabat menekankan pentingnya integritas, etika, kejujuran, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas serta tanggung jawab sebagai anggota BPD.
Pemerintah Kabupaten Buol juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung terwujudnya desa yang mandiri, maju, dan inklusif. Hal tersebut dinilai membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, pemerintah desa, BPD, masyarakat, serta dunia usaha.
Temu Raya III PABPDSI ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antaranggota BPD, tetapi juga menjadi ruang bertukar pengalaman, gagasan, serta merumuskan rekomendasi strategis untuk memperkuat kapasitas dan kelembagaan BPD di seluruh Sulawesi Tengah.
“Mari kita buktikan bahwa BPD mampu menjadi pilar demokrasi desa yang kuat, profesional, aspiratif, dan bermartabat,” ujar Sekda saat membacakan sambutan Bupati sekaligus membuka kegiatan secara resmi.
Kegiatan Temu Raya tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antar-BPD se-Sulawesi Tengah dalam mengawal pembangunan dan memperjuangkan kepentingan masyarakat desa.
Rl
.png)

.png)

