• Jelajahi

    Copyright © Ungkap Fakta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Acara Nonton Bola Disiapkan Meriah Kasus Kerugian BUMD Masih Tertutup

    Senin, 05 Oktober 2026, Oktober 05, 2026 WIB Last Updated 2026-10-05T04:27:42Z
    masukkan script iklan disini



    ungkapfakta.info


     

    TULANG BAWANG 5 OKTOBER 2026 Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang menggelar acara nonton bareng pertandingan final FIFA ASEAN Cup 2026 antara timnas Indonesia melawan Thailand. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung di Gedung Serbaguna Menggala pada Senin 5 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB. Acara ini dipromosikan secara luas menyertakan nama Bupati Drs Qudrotul Ikhwan MM dan Wakil Bupati Hankam Hasan. Slogan yang ditampilkan adalah Kita Garuda Kita Indonesia.

     

    Semangat mendukung negara memang patut diapresiasi. Namun di saat yang sama muncul pertanyaan tajam dari masyarakat. Mengapa acara hiburan bisa disiapkan dengan rapi cepat dan terlihat meriah sementara soal miliaran rupiah uang rakyat yang diduga hilang dari BUMD SPBU Terminal Menggala justru tidak mendapat perhatian yang sama.

     

    Apa yang terjadi Dana penyertaan modal bersumber dari APBD yang bernilai miliaran rupiah diduga tidak tercatat secara wajar dan tidak diketahui peruntukannya. BUMD diketahui menggunakan dana pihak ketiga untuk membeli pasokan bahan bakar padahal modal sendiri sudah disetorkan pemerintah daerah. Direktur BUMD Novi Marzani tetap menjabat tanpa ada penjelasan pertanggungjawaban yang disampaikan secara terbuka kepada publik.

     

    Siapa yang mengetahui hal ini Pimpinan daerah yang sama yang mempromosikan acara nonton bareng adalah pimpinan yang juga bertanggung jawab atas pengelolaan keuangan BUMD. Beliau mengetahui setiap langkah yang diambil di lingkungan pemerintahan. Jika bisa mengatur acara olahraga dengan baik maka seharusnya juga bisa mengatur penjelasan soal keuangan rakyat yang belum selesai.

     

    Mengapa terlihat berkeberadaan Acara nonton bareng dipublikasikan sejak awal waktunya ditentukan lokasinya disiapkan informasinya disebarkan ke seluruh masyarakat. Sementara laporan soal kerugian keuangan daerah sudah disampaikan lebih dari setahun lalu namun hingga saat ini belum ada jawaban yang jelas belum ada penjelasan yang terbuka belum ada tindakan yang terlihat.

     

    Kapan rakyat akan mendapatkan jawaban Tim Kejaksaan Negeri Tulang Bawang telah turun melakukan pemeriksaan namun belum ada langkah tegas yang menyentuh lingkaran terdekat pimpinan daerah. Masyarakat mempertanyakan mengapa urusan sepak bola bisa didahulukan sementara urusan keadilan bagi rakyat justru tertunda.

     

    Andika Fortuba Ketua DPD Ormas Fortuba menyampaikan.

     

    Kita Garuda Kita Indonesia kalimat ini sangat indah dan membanggakan. Tapi menjadi bagian dari Indonesia bukan hanya berteriak saat bermain bola. Menjadi bagian dari Indonesia berarti juga menjaga setiap rupiah milik rakyat. Menjadi bagian dari Indonesia berarti menjelaskan ke mana perginya uang yang dititipkan warga. Menjadi bagian dari Indonesia berarti tidak membiarkan kerugian negara terjadi tanpa ada yang bertanggung jawab.

     

    Bapak Bupati dan Wakil Bupati bisa menyusun acara nonton bareng dengan rapi. Mengapa tidak bisa menyusun penjelasan soal uang rakyat dengan kerapian yang sama. Mengapa bisa menepati waktu acara olahraga tapi tidak bisa menepati waktu untuk menjawab pertanyaan warga yang sudah menunggu lebih dari setahun. Mengapa wajah tampil percaya diri di setiap acara namun saat ditanya soal keuangan daerah justru tidak ada yang berbicara.

     

    Rakyat tidak melarang menonton bola. Rakyat tidak melarang bersenang senang. Rakyat hanya meminta satu hal yang sederhana. Berikan perhatian yang sama besarnya kepada keadilan seperti perhatian yang diberikan kepada hiburan. Sediakan waktu yang sama banyaknya untuk menjelaskan kebenaran seperti waktu yang digunakan untuk menyebarkan undangan acara. Itu bukan permintaan yang berlebihan itu hak setiap warga negara.

     

    Masyarakat menuntut. Pertama Bupati Tulang Bawang segera menyampaikan penjelasan terbuka soal pengelolaan dana BUMD SPBU Terminal Menggala.

     

    Kedua Seluruh berkas keuangan BUMD diserahkan kepada Kejaksaan Negeri Tulang Bawang atau Kejaksaan Tinggi Lampung tanpa ada yang disembunyikan atau dirapikan.

     

    Ketiga Direktur BUMD Novi Marzani dimintai pertanggungjawaban secara transparan di hadapan publik.

     

    Keempat Jika Kejaksaan Negeri Tulang Bawang belum mampu menyelesaikan kasus ini maka Kejaksaan Tinggi Lampung maupun KPK diminta turun tangan agar kebenaran terungkap tanpa pandang jabatan.

     

    Kita Garuda Kita Indonesia semangat ini harus dibuktikan bukan hanya di tribun penonton. Semangat ini harus dibuktikan di meja kerja di ruang rapat di setiap keputusan yang diambil. Garuda yang sesungguhnya tidak hanya bersorak di lapangan ia juga menjaga amanah di tempat ia dipercaya memimpin.

     

    Perlu ditegaskan praduga tak bersalah tetap berlaku bagi setiap pihak yang disebutkan sampai terbukti secara sah dan meyakinkan di pengadilan.

     

    Hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang maupun dari pihak terkait lainnya.

     

    Narasumber Ketua DPD Ormas Fortuba Andika Fortuba.


    Sumber Poster kegiatan nonton bareng 5 Oktober 2026 laporan dugaan penyimpangan keuangan BUMD SPBU kedudukan resmi pimpinan daerah.


    Pewarta Yantoni.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    https://www.profitableratecpm.com/knzuikf5dh?key=c788dca60ab1d7a8d48523714ff94c5e