Pasalnya, saat di konfirmasi media melalui pesan WhatsApp sekertaris tiyuh Berinisial(F) Tidak mengetahui secara pasti realisasi Dana Desa yang di maksud.
" Saya menjabat sebagai cari atau sekertaris Tiyuh itu bulan April 2025 menggantikan carik sebelumnya, saya juga tidak pernah menerima serah terima dari carik sebelumnya,"kata F (29/08/2025).
(F) Juga menjelaskan terkait beberapa kegiatan yang telah di realisasikan akan melakukan berkordinasi dengan bendahara Tiyuh.
"Nanti ya saya tanya dulu sama bendahara apa saja yang sudah di laksanakan karena ini berkaitan dengan anggaran, saya minta waktu untuk berkordinasi terlebih dahulu dengan bendahara itu kalau dia mau angkat telpon saya,"jelasnya.
Sementara, di konfirmasi Ketua Permusyawaratan Tiyuh(BPT) berinisial (R) juga melontarkan hal senada dengan apa yang di sampaikan (F) sekretaris Tiyuh.
"saya belum lihat sudah terima ABPT nya atau belum, tapi setahu saya Belum terima, kami ini selaku BPT tidak punya hak sepenuhnya cuma sebatas kegiatan fisik saja selebihnya tidak tahu,"terang (R)
Ironisnya, (R) juga menyebutkan terkait belanja kegiatan non fisik tidak mengetahui secara jelas.
"Kami dapat operasional saja ,kalau untuk belanja alat kesehatan lainya saya tidak faham silakan cek saja atau tanya langsung ke bidan posyandu,"pintanya.
Hal dugaan penyimpangan serta kegiatan fiktif tersebut juga di perkuat dengan keterangan salah satu masyarakat yang tidak ingin di sebutkan namanya mengatakan bahwa beberapa kegiatan tersebut tidak direalisasikan.
"Setahu saya, untuk seragam posyandu dan obat-obatan tidak ada walaupun ada juga tidak mungkin sampai puluhan juta begitu. Jadi Kami berharap agar pihak APH untuk segera bertindak tegas melakukan penelusuran dan pendalaman atas dugaan DD tersebut,"cetusnya.(San).
.png)

.png)
