Informasi berdasarkan keterangan sejumlah orang tua wali murid yang merasa keberatan dengan hasil keputusan pihak sekolah yang di maksud.
"Kami orang tua wali murid sangat merasa keberatan karena dana yang di keluarkan cukup fantastis dengan nilai Rp.2.500.000, per siswa kemudian untuk jumlah siswa yang mengikuti itu sekitar 90 siswa lebih,"kata sumber orang tua wali murid yang enggan di sebutkan namanya kepada media pada(23/10/2025).
Selain itu Sumber orang tua wali murid juga menyebut bahwa pihak sekolah terkesan melakukan pemaksaan kepada peserta anak didik.
"Untuk tujuan perjalanan itu ke jogja selama lima hari perjalanan, meskipun tidak mau mengikuti study tour siswa juga di wajibkan tetap melakukan pembayaran,"bebernya.
Bahkan ironisnya acara Kegiatan study tour tersebut di tetapkan secara sepihak tanpa adanya musyawarah bersama.
"Ya tidak ada rapat sebelumnya, tiba-tiba anak saya minta uang untuk membayar Study Tour sekolah tapi pihak sekolah juga tidak mau memberikan bukti pembayaran terkait kegunaan apa saja uang itu,"cetusnya.
Orang tua wali murid lainya juga menyampaikan bahwa keputusan pihak sekolah di nilai membebani orang g tua siswa.
"Ya kalau kita ini memiliki cukup banyak uang mungkin tidak ada masalah. Akan tetapi menurut saya dengan keputusan sekolah sangat merasa keberatan meskipun itu sudah terlanjur di bayarkan,"cetusnya.
Bahkan orang tua wali murid berharap agar kiranya pihak-pihak terkait dapat mengambil langkah tegas.
"Meraka jangan diam saja baik dari pihak pemerintah maupun departemen yang membawahi sekolah tersebut ,harus ambil sikap dan segera menindaklanjuti nya,"ungkapnya.
Sementara menanggapi permasalahan yang di hadapi sejumlah orang tua wali murid pihak kementerian agama(Kemenag) setempat melalui kasi Pendis mengatakan bahwa pihaknya tidak mengetahui persoalan yang maksud.
"Kalau tentang perpisahan itu biasanya musyawarah Komite atau sekarang malah siswanya sendiri yang membuat acara tanpa campuran tangan pihak sekolah, anggaran dan lainnya mereka yang buat, nah kita malah jadi undangan mereka,"pungkasnya.
Sampai berita ini di terbitkan pihak sekolah belum berhasil di konfirmasi.(San).
.png)

.png)
