Pesisir barat UNGKAP FAKTA -Menjelang detik-detik pergantian tahun menuju 2026, tokoh pengamat sekaligus aktivis sosial, ENDANG AKBAR selalu kordiv humas LSM GMBI memberikan catatan kritis mengenai fenomena sosial yang tengah melanda Indonesia. Dalam keterangannya, beliau menekankan pentingnya kesadaran kolektif di tengah dinamika teknologi dan ekonomi yang semakin cepat.
Fenomena "Digital Fatigue" dan Transisi Budaya
(ENDANG AKBAR)
Kordiv humas LSM GMBI pesisir barat, menyoroti bahwa sepanjang tahun 2025, masyarakat Indonesia telah melewati fase transformasi digital yang sangat masif. Namun, ia melihat adanya gejala kelelahan digital (digital fatigue) yang mulai muncul di permukaan.
"Kita melihat masyarakat mulai mencari keseimbangan antara kehidupan virtual dan realita. Perayaan tahun baru kali ini bukan sekadar pesta kembang api, tapi menjadi momentum 'reset' mental bagi banyak orang setelah setahun penuh bergelut dengan disrupsi teknologi," ujar Endang Akbar selaku Kordiv humas LSM GMBI
Ia juga mencatat adanya tren "kembali ke akar" di mana perayaan lokal dan silaturahmi fisik mulai kembali diminati, menggeser dominasi perayaan yang hanya bersifat pamer di media sosial.
Tiga Poin Himbauan untuk Masyarakat
Menghadapi tahun 2026 yang diprediksi penuh dengan tantangan global, Kordiv LSM GMBI menyampaikan tiga poin penting sebagai himbauan bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia:
Refleksi, Bukan Sekadar Selebrasi Masyarakat dihimbau untuk menjadikan malam pergantian tahun sebagai waktu untuk mengevaluasi diri. "Jangan biarkan tahun baru hanya lewat sebagai seremoni. Gunakan waktu ini untuk menyusun strategi pribadi dan keluarga agar lebih tangguh secara ekonomi dan mental."
Menjaga Persatuan di Tengah Perbedaan Mengingat dinamika sosial yang selalu menghangat, beliau berpesan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh narasi-narasi yang memecah belah, terutama yang tersebar di ruang digital.
Kesadaran Lingkungan dalam Perayaan Kordiv humas LSM GMBI secara khusus meminta masyarakat untuk tetap tertib dan meminimalisir sampah pasca-perayaan. "Kedewasaan sebuah bangsa terlihat dari bagaimana mereka meninggalkan tempat perayaan dalam keadaan bersih."
Menatap Peluang di Tahun 2026
Menutup pernyataannya,Kordiv humas LSM GMBI menyatakan optimisme bahwa Indonesia memiliki modal sosial yang kuat untuk bangkit lebih perkasa di tahun 2026. Menurutnya, kunci utama terletak pada kolaborasi antar-generasi.
"Tahun 2026 adalah gerbang menuju kematangan nasional. Jika anak muda yang kreatif bersinergi dengan generasi tua yang sarat pengalaman, Indonesia tidak hanya akan bertahan, tapi akan memimpin di kawasan," pungkasnya
Kordiv Humas LSM GMBI pesisir barat
Rilisan
(Endang jarot )
.png)
.png)
