SULSEL, Ungkapfakta.info -
Massa dari berbagai Kecamatan di Kabupaten Luwu Utara memadati Monumen Masamba Affair saat aksi tuntutan pemekaran Provinsi Luwu Raya.
Aksi unjuk besar-besaran bertepatan dengan peringatan Hari Perlawanan Rakyat Luwu ke 80, mengakibatkan arus lalulintas di jalur Trans Sulawesi lumpuh total dalam menuntut pembentukan Provinsi Luwu Raya digelar serentak di empat wilayah Sulawesi Selatan, Jumat 23 Januari hingga 24 Januari 2026.
Massa memblokade Jalan Trans Sulawesi menggunakan truk tronton dan membakar ban bekas serta membentangkan spanduk bertema perlawanan rakyat Luwu.
Selain memblokade jalan, ribuan pengunjuk rasa juga melakukan long marc dari tugu coklat jalan Amin Sanjaya menuju monument perjuangan Masamba Affair, akibatnya aksi tersebut arus lalulintas di jalur trans Sulawesi lumpuh total dari kedua arah.
Dalam orasi massa mendesak Pemerintah Republik Indonesia segera merealisasikan pemekaran Provinsi Luwu Raya. Dan mereka menagih janji Sejarah Presiden Soekarno kepada Datu Luwu Andi Djemma saat Tana Luwu menyatakan bergabung kedalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Ketua Presidium Gerakan Perjuangan Rakyat Luwu (GPRL) KAREMUDDIN yang juga Wakil Ketua DPRD Luwu Utara menyatakan aksi ini merupakan bentuk perlawanan Rakyat Luwu untuk menuntut realisasi Pembentukan Provinsi Luwu Raya.
Aksi menuntut pemekaran Provinsi Luwu Raya, tidak hanya di gelar di Kabupaten Luwu Utara, tetapi juga digelar serentak di Tiga Kabupaten dan Satu Kota di wilayah Tana Luwu yakni Kabupaten Luwu Utara, Luwu Timur, Kota Palopo dan Kabupaten Luwu.
Dalam aksinya, massa memblokade Jalan Trans Sulawesi di sejumlah titik krusial, menyebabkan aktivitas ekonomi dan layanan publik lumpuh di tiga kabupaten dan satu kota.
Massa yang tergabung dalam Gerakan Perlawanan Rakyat Luwu (GPPRL) menegaskan bahwa, aksi blokade tersebut akan berlangsung selama 48 jam sebagai puncak tuntutan pemekaran wilayah Luwu Raya.
Di Kabupaten Luwu, massa menutup total jalur Trans Sulawesi di perbatasan Luwu, dan Kecamatan Walenrang Utara, sehingga arus lalu lintas antar provinsi terputus total.
Pemblokadean juga terjadi di Kota Palopo, tepatnya di pintu masuk kota dan akses utama di depan Kantor Wali Kota Palopo, yang menyebabkan kendaraan tidak dapat keluar-masuk pusat kota.
Sementara itu, di Kabupaten Luwu Utara, massa memblokade jalan di Kecamatan Sabbang dan Jembatan Baliase, yang merupakan jalur utama penghubung wilayah pesisir dan pedalaman.
Kemacetan panjang kendaraan logistik dan pribadi pun tidak terhindarkan. Antrean kendaraan dilaporkan mengular hingga puluhan kilometer karena tidak tersedia jalur alternatif untuk melintas.
Tak hanya jalur darat, fasilitas transportasi udara turut terdampak. Di Luwu Utara, massa melakukan long march sejauh sekitar 5 kilometer menuju Bandara Andi Djemma Masamba.
Kehadiran massa di sekitar bandara menyebabkan aktivitas penerbangan serta akses penumpang terganggu signifikan.
Untuk diketahui, ketegangan sempat meningkat di Jembatan Baliase, Luwu Utara, saat seorang pengendara sepeda motor nekat mencoba menerobos barisan massa yang tengah melakukan blokade. Insiden tersebut memicu kericuhan kecil sebelum berhasil diredam oleh koordinator lapangan.
Mega/Yustus
.png)
.png)
